Senin, 10 Juni 2013

Misteri Danau Dendam Tak Sudah

Misteri Danau Dendam Tak SudahNama Danau Dendam Tak Sudah, Bengkulu, memang terasa menyeramkan yang mengandung misteri didalamnya. Danau Dendam Tak Sudah memang belum seakrab danau-danau besar di Indonesia lainnya, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat dan Danau Ranau di Lampung. Namun pesona Danau Dendam Tak Sudah di Bengkulu ini tidak kalah indahnya dengan danau-danau lainnya.

Dari namanya saja danau ini sudah bisa mengambil perhatian para traveler. Nama Danau Dendam Tak Sudah memang tidak sewajar danau lainnya, menyeramkan dan pastinya meninggalkan tanda tanya. Mengapa dinamakan Danau Dendam Tak Sudah? Konon dibalik danau ini terdapat kisah di dalamnya. Nama ”Dendam Tak Sudah” diambil berdasarkan cerita tentang muda-mudi yang mengikat janji sehidup semati. Akan tetapi, kisah cinta mereka terhalang oleh orangtua si gadis yang tidak merestui hubungan mereka.



Gadis tersebut dijodohkan, tetapi ia tidak dapat berpaling. Kemudian keduanya memutuskan untuk bunuh diri bersama dengan cara menyeburkan diri ke danau. Konon, sejak kejadian itu di dalam danau terdapat dua ekor lintah besar yang dianggap sebagai jelmaan pasangan itu.

Danau Dendam Tak Sudah terletak di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Teluk Segara, Kecamatan Selebar dan Kecamatan Talang, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu. Lebih tepatnya berjarak sekitar 6 km dari pusat Kota Bengkulu.

Danau seluas 577 hektare ini konon terdapat gunung berapi. Di kawasan cagar alam ini juga terdapat tanaman anggrek pensil, anggrek matahari, bakung, nipah, pulai, ambacang rawa, terentang, plawi, brosong, gelam, pakis, dan sikeduduk.

Harus diketahui bahwa anggrek pensil diyakini hanya tumbuh di kawasan ini. Selain floranya, ditempat ini juga terdapat fauna langka. Wisatawan bisa menemukan lutung dan kera ekor panjang yang bergelantungan di pepohonan. Atraksi ini tentunya juga memberikan daya tarik bagi wisatawan. Semua keunikan yang ada di danau ini juga didukung oleh keindahan alam yang mempesona. Mengandung potensi sebagai keseimbangan ekosistem dan kelestarian ekologi.

Banyak hal yang bisa membuat wisatawan betah berlama-lama di danau ini. Wisatawan juga bisa menyaksikan permukaan danau yang terlihat kemerahan. Serta atraksi matahari terbit. Selain itu, wisatawan juga bisa berperahu ria menggunakan rakit ke seluruh penjuru danau sambil memancing. Akses menuju Danau Dendam Tak Sudah sangat mudah. Wisatawan bisa memulai perjalanan dari Kota Bengkulu ke arah Kota Curup. Wisatawan bisa menggunakan mobil atau bus jurusan Bengkulu-Danau Dendan Tak Sudah dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Satu lagi, selain untuk wisata, danau ini juga dimanfaatkan sebagai daerah tangkapan air. (net)

Sumber: Palembang Pos

Misteri Segitiga Bogor

Misteri Segitiga BogorDI wilayah sekitar Halimun Bogor dan sekitarnya ada benteng-benteng milik Prabu Siliwangi yang tak kelihatan, pusat kerajaan ada di Gunung Salak, sebenarnya ini sudah menjadi rahasia umum. Catatan sejarah soal Kerajaan Siliwangi pasca kehancurannya setelah diserang Kesultanan Banten pada tahun 1620-an, adalah catatatan pertama kali dari Scipio yang melakukan ekspedisi sekitar tahun 1687 mencatat ada ratusan macan gembong atau harimau bertempat tinggal di sebuah bangunan dekat Kebun Raya Bogor sekarang, selain itu ditemukan rawa yang berisi badak di sekitar Sawangan, dinamakan Rawa Badak dimana di ujung Rawa Badak ditemukan juga situs parit dan bekas tembok keraton yang dijadikan sarang macan, sekarang sarang macan ini dikenal pertigaan beringin di Sawangan. Selain catatan-catatan arkeologi, ada catatan mistis tentang segitiga Bogor.

Ada tiga gunung yang dianggap angker di masa Mataram Sultan Agung, pertama Gunung Merapi, Kedua Gunung Slamet dan Ketiga Gunung Halimun, diantara ketiganya Gunung Halimun-lah yang dianggap paling angker karena memiliki misteri luar biasa. Sampai saat ini banyak peristiwa jatuhnya pesawat di sekitar segitiga Gunung Halimun-Gunung Salak-Gunung Gede.

Daya energi ketiga gunung itu ada di Istana Cipanas, sekitar gedung yang dibangun Bung Karno namanya Gedung Bentol, tempat dimana Bung Karno selalu bermeditasi sejak dia menempati Istana Merdeka di tahun 1949. Di belakang Gedung Bentol ada sumber air panas, yang merupakan energi dari Siliwangi.

Dilamarnya Puteri Dyah Pitaloka yang kecantikannya serupa bidadari dan mewariskan kecantikan yang bisa dilihat pada gadis-gadis Bandung, Cianjur dan Sumedang sekarang ini adalah rahasia ‘Wahyu Nusantara’ yang dimiliki kerajaan Pajajaran, dimana Gadjah Mada ingin memilikinya “Siapa yang menguasai Wahyu Nusantara dia akan menguasai Indonesia’, penguasaan wahyu nusantara ini menimbulkan konflik antara Hayam Wuruk yang berpendapat bahwa wahyu itu bisa diambil dengan cara Ken Arok yaitu menikahi puteri sang Raja, di satu sisi wahyu bisa diambil dengan cara menaklukkan Pajajaran dan membangun kerajaan Majapahit Barat di Pakuan.

Tanpa disengaja menurut kepercayaan banyak orang Bung Karno mengawini puteri Bandung yaitu Inggit Garnasih yang ditengarai masih keturunan Raja Siliwangi dimana wahyu Nusantara bersemayam di tubuh Inggit Garnasih, dan Bung Karno keturunan langsung Brawijaya V mengobarkan semangat Nusantara bermula di Bandung pada rapat politik Radicale Concentratie di Bandung tahun 1922.

Bandung adalah kota terakhir dimana Prabu Linggabuana menyucikan diri di danau Bandung sebelum berangkat ke Majapahit dan kelak beristirahat di Pesanggrahan Bubat dimana kemudian datang Gadjah Mada dan terjadilah insiden pembunuhan dan pembantaian besar-besaran rombongan Pajajaran.

Sisa-sisa dari Laskar Perang Bubat melarikan diri ke Gunung Salak, sementara sisa-sisa dari punggawa Siliwangi yang diserang Banten lari ke Gunung Halimun. Tempat dimana seringnya pesawat menghilang, ini mirip dengan segitiga Bermuda dan segitiga formosa.

Gunung Halimun dan Gunung salak ini mirip Gunung Lawu yang disucikan Majapahit, tak boleh ada yang melintasi diatasnya, burungpun bisa mati bila melewati satu titik tanah yang sakral. (net)

Sumber: Palembang Pos

Jumat, 07 Juni 2013

Ampera Night (Foto Collection's)

Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night
Ampera NightAmpera Night

Mitos "Kidung Lingsir Wengi" Lagu Kuntilanak

Mitos Kidung Lingsir Wengi Lagu Kuntilanak
Konon dengan mendengarkan lagu “kidung lingsir wengi” pas waktu-waktu tertentu, Kuntilanak akan datang menjumpai orang yang mendengarkannya……

Liriknya seperti ini :

Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…
Ojo tangi nggonmu guling…
Awas jo ngetoro…
Aku lagi bang wingo wingo…
Jin setan kang tak utusi…
Dadyo sebarang…
Wojo lelayu sebet…



Dalam Bahasa indonesia :

Menjelang malam, dirimu akan lenyap…
Jangan bangun dari tempat tidurmu…
Awas jangan menampakkan diri…
Aku sedang dalam kemarahan besar… Jin dan setan yang kuperintah…
Menjadi perantara…
Untuk mencabut nyawamu…



Berikut adalah kisah kejadian yang dialami oleh seorang member Kaskuser:

bbrp tahun yg lalu saya pernah mengalami kejadian begini :

Suatu malam tiba2 saya terjaga dari tidur, lalu saya melihat pintu kamar saya terbuka pelan2… keadaan saat itu samar2 karena lampu di kamar saya matikan sebelum tidur.

Tiba2 terdengar alunan lagu-lagu jawa seperti lingsir wengi, padahal saya sendiri tidak bisa berbahasa jawa, setelah itu seorang nenek memakai baju khas jawa masuk ke kamar sambil bergumam berbahasa jawa.

Spontan saya ketakutan, tetapi badan saya tidak bisa digerakkan seperti tertindih, saya terus memperhatikan nenek2 itu…, tiba2 nenek itu terdiam dan memperhatikan saya… lalu dia tertawa kecil.

Setelah itu, nenek tersebut mendekati saya yg waktu itu masih dalam posisi terlentang tidur, nenek itu terus bergumam bahasa jawa seakan2 sedang ngobrol. Saat nenek itu berdiri di dekat kaki saya, dia jongkok kecil dan menyentuh paha saya dengan jari dia.

Saya pikir ini cuman mimpi buruk, tetapi ketika dia menyentuh paha saya… sangat terasa nyata…, saya pun memaksakan diri untuk berontak dan berhasil bangun sambil mengepal tangan saya dan memukul nenek itu, tetapi malah angin yg saya pukul. nenek itu tiba2 lenyap.

keringat saya mengucur… dan napas saya tersengal2…

Nah setelah mendengar lagu lingsir wengi, saya menjadi teringat kembali kejadian itu.



Sebenernya apa sih Lagu ‘kidung lingsir wengi’? Sebelum kami membahas lebih lanjut tentang lagu ini, sebaiknya Anda dengarkan dulu lagu tersebut sampai habis, sebelum melangkah kebacaan selanjutnya, lagunya bisa anda download disini.

Sudah dengar kan lagunya? Mari kita lanjutkan bacaan ini, dan ini sedikit berita dari Prambors :

lagu ini menjadi bahan omongan di Prambors, ada beberapa wadyabala yang merasa “digoda” disaat tertidur setelah mendengar lagu ini…Panda dan Utha bahkan gak mau denger lagu ini ampe abisss.. hehe gosipnya lagu ini bisa memanggil mahluk yang kasat mata…

tapi jangan mudah percaya namanya juga gosipp!

hehehe,
Benarkah demikian ?

Ternyata Kidung ini Plesetan dari Aslinya yang diciptakan Sunan Kalijaga, berikut bantahan lagu tersebut seperti yang dilansir blog tidakmenarik.wordpress.com. :

Sangat sangat disayangkan, bila ada yang menganggap kidung rumekso ing wengi adalah lagu/kidungnya mbakyu kunti… Padahal kanjeng sunan kalijogo menciptakan/membuat kidung itu untuk ‘unen2′ yang dalam masyarakat jawa/kejawen sebagai pengganti dzikir/wirid oleh muslim jawa pada waktu dulu sehabis melakukan sholat malam.

Bila lebih dicermati kidung tersebut dikenal karena berisi mantra tolak balak,

Laku kidung ini mengingatkan manusia agar mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga terhindar dari kutukan dan malapetaka yang lebih dahsyat. Dengan demikian kita dituntut untuk senantiasa berbakti, beriman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sedangkan fungsi kidung secara eksplisit tersurat dalam kalimat kidung itu, yang antara lain; Penolak balak di malam hari, seperti teluh, santet, duduk, ngama, maling, penggawe ala dan semua malapetaka. Pembebas semua benda . Pemyembuh penyakit, termasuk gila. Pembebas pageblug. Pemercepat jodoh bagi perawan tua. Menang dalam perang . Memperlancar cita-cita luhur dan mulia.

Berikut arti lagu tersebut yang sebenarnya dalam bahasa Indonesia, silahkan dicermati dalam bait mana yang berhubungan dengan mbakyu kunti….

Ada kidung rumekso ing wengi(lagu yang mengalun ditengah malam). Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit. Terbebas dari segala petaka. Jin dan setanpun tidak mau. Segala jenis sihir tidak berani. Apalagi perbuatan jahat.

guna-guna tersingkir. Api menjadi air. Pencuripun menjauh dariku. Segala bahaya akan lenyap.

Semua penyakit pulang ketempat asalnya. Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih. Semua senjata tidak mengena. Bagaikan kapuk jatuh dibesi. Segenap racun menjadi tawar. Binatang buas menjadi jinak. Pohon ajaib, tanah angker, lubang landak, gua orang, tanah miring dan sarang merak.

Kandangnya semua badak. Meski batu dan laut mengering. Pada akhirnya semua slamat. Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan. Hatiku Adam dan otakku nabi Sis. Ucapanku adalah nabi Musa.

Nafasku nabi Isa yang teramat mulia. Nabi Yakup pendenganranku. Nabi Daud menjadi suaraku. Nabi Ibrahim sebagai nyawaku. Nabi sulaiman menjadi kesaktianku. Nabi Yusuf menjadi rupaku. Nabi Idris menjadi rupaku. Ali sebagai kulitku. Abubakar darahku dan Umar dagingku. Sedangkan Usman sebagai tulangku.

Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia. Siti fatimah sebagai kekuatan badanku. Nanti nabi Ayub ada didalam ususku. Nabi Nuh didalam jantungku. Nabi Yunus didalam otakku. Mataku ialah Nabi Muhamad. Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa. Maka lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.

Nah, sudah mengertikan Anda arti dari lagu ini sesungguhnya, tidak ada yang menakutkan bukan. Sebenarnya sih lagu apa aja bisa buat memangil setan (makhluk halus) asal niatnya negatif karena sang setan sangat senang merasuki manusia yang berpikiran negatif, kita sendiri tidak bisa memungkiri bahwa ada makhluk lain di sekitar kita, namun apapun makhluk itu tidak perlu ditakuti ataupun di banggakan karena yang perlu dibanggakan dan ditakuti hanya Yang Maha Esa.

Sumber: Beritaunik.net



http://lemabangjaya.blogspot.com/2012/03/mitos-kidung-lingsir-wengi-lagu.html

Rabu, 05 Juni 2013

Menyibak Misteri “Antu Banyu”



Benarkah Ada Ataukah Sekedar Legenda?
Korban tewas di perairan sungai tak sedikit dikaitkan dengan unsur mistis. Umumnnya dikaitkan dengan antu banyu. Di kawasan Sumsel, sebutan tersebut sudah sangat familiar. Apakah sekedar tahayul atau benar adanya, banyak keluarga korban yang tewas tenggelam, kemudian memanggil pawang untuk menemukan jasad keluarga mereka. Lantas, seperti apa antu banyu acapkali disebut-sebut masyarakat tersebut? Berikut penelusuran Sumeks Minggu.

Sudah berapa banyak jenazah dievakuasinya dari perairan sungai? Ditanya begitu, Abdul Somad, akrab disapa Mang Kunung sempat terdiam. Bukannya binggung, warga Desa Pamulutan Ilir, Kecamatan Pamulutan, Indralaya ini kesulitan menghitungnya. “Sudah tak terhitung. Jumlahnya sudah ribuan,” jelasnya kepada Sumeks Minggu, ditemui dikediamannya, Kamis (4/7) lalu.

Mang Kunung merupakan satu dari beberapa pawang di Pamulutan, kerap dimintai bantuanya oleh masyarakat saat keluarga mereka tenggelam atau di makan buaya. Sebutan pawang buayo, melekat pada pria berumur 53 tahun ini.

Tidak hanya warga Pamulutan, di kawasan Ogan Ilir (OI), Palembang, OKI, Banyuasin serta Musi Banyuasin (Muba), Mang Kunung acap kali di panggil. Jika panggilan datang, pagi, siang ataupun malam, Mang Kunung pun mesti siap keluar. Prinsipnya, ia harus membantu, mencari jenazah warga yang tenggelam.

Diceritakan Mang Kunung, keahlian didapatnya berasal dari nenek moyangnya. Namun, ia baru mengetahuinya tahun 1980 lalu ketika ia berumur 23 tahun. Ketika warga tenggelam dan sulit ditemukan, ia mendapatkan bisikan gaib agar membantu.

Meski ragu, ia kemudian memberanikan terjun. Saat dirinya terjun ke dalam sungai, baru ia ketahui, terdapat kekuatan membantunya mencari jenazah. “Kadang di dalam air saya berenang melawan arus. Logikanya tidak bisa. Tapi itulah kenyataanya,” jelas Mang Kunung.

Nah, dari pengalamannya membantu menemukan jenazah warga tenggelam itulah, Mang Kudung mengetahui seputar seluk beluk antu banyu. “Tiap tahun, kejadian orang meninggal akibat tenggelam bisa ratusan. Hanya 25 persen bisa dikatakan meninggal akibat tenggelam. Lebihnya, bisa dikatakan akibat perbuatan antu banyu itu,” urainya.

Perbedaan jenazah tewas tenggelam dan digelayuti mistis antu banyu dikatakan Mang Kunung terlihat dari hidung jenazah ditemukan. Jika terus menggeluarkan darah, menurutnya itu akibat hisapan. Tak menggeluarkan darah, itu karena tenggelam biasa.

Warga yang tenggelam akibat tenggelam sendiri lanjut Mang Kunung tak lama bakal muncul di permukaan. Sebaliknya, jika lama tak muncul ke permukaan, itu karena tengah dalam pegangan sang mahluk halus.

Dari seluruh korban ditolong, umumnya anak-anak. Berkisar pada umur tujuh tahunan. Atau pasangan yang baru menikah atau wanita yang tengah hamil. “Orang-orang yang diambil itu, biasanya orang-orang yang pada umurnya benar-benar disayang,” jelasnya.

Apa yang terjadi pada korban ini, karena adanya kekosongan pikiran hingga mudah dimasuki mahluk halus. Ada juga, sejak bayi atau sejak kecil sudah ditandai (memiliki siung, red). “Kadang, korban sebelum meninggal kalau diingat memiliki kelainan. Kalau keluarga mengetahui, sebenarnya bisa dirias (diobati, red),” urainya.

Mahluk halus disebut antu banyu sendiri, bentuknya seperti monyet. Lebih kecil dengan rambut panjang hitam. Meski lebih mirip binatang, mahluk ini dikatakan Mang Kunung merupakan jelmaan iblis. Sedangkan iblis, berdasarkan sejarah, sejak Nabi Adam terus menggoda dan menyesatkan manusia.

Di sungai, mereka tinggal di cekukan atau gua. Biasanya ke permukaan di pangkalan-pangkalan tempat masyarakat mandi. “Mereka ada di sepanjang sungai. Jumlahnya banyak. Di kolam juga ada. Seperti kolam yang di Jakabaring,” jelas Mang Kunung.

Pun begitu, bagi masyarakat Sumsel masalah ini diakui Mang Kunung masih menjadi kontroversi. Banyak yang tidak mempercayai hal ini. Banyak juga menyakini hal tersebut sebagai hal lain. Ada yang mengatakannya sebagai perwujudan manusia berbentuk kera besar dan hendak mencari ilmu. Versi lain pun sangat beragam menjadi perbincangan masyarakat.

Meski sering muncul di permukaan, mahluk ini dikatakan Mang Kunung tak terlihat. Sulit sekali kasat mata warga bisa bertatapan langsung. Mereka tak mau terlihat, langsung nyemlung ke dalam air. Nah, untuk menangkal mahluk ini, Mang Kunung memberikan sedikit tips.

Pertama, menempatkan tempurung kelapa, berlubang akibat dimakan tupai. Tempurung kelapa tersebut diletakan diatas batang kayu kandis. Kedua, bahan sapu berwarna hitam (disebut dok, red) dicampur dengan besi, dilapisi kain, dilempar di aliran sungai tempat tinggal.

Bagi Mang Kunung, tiap tahun secara pribadi dia melakukan ritual. Menyembelih ayam, meminta kepada Yang Maha Kuasa agar korban-korban di sepanjang sungai tidak banyak. Entah apa hubungannya, tiap tahun juga Mang Kunung mengaku pergi ke dekat kawasan Muara Tungkal, Jambi.

Tempat tersebut merupakan perpaduan antara air laut dan air sungai. Di kawasan tersebut, menurut cerita Mang Kunung di tempat tersebut terdapat istana, ibarat ibukotanya mahluk gaib. Yang mengejutkan, tiap tahun dia diundang, sekedar melaporkan jumlah masyarakat yang tewas.

Sementara Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumsel, KH Sodikun saat di konfirmasi koran ini sempat tertawa mendengar istilah antu banyu. Namun dirinya tak menampik adanya mahluk gaib, baik di darat ataupun di air. Kepada masyarakat, Sodikun hanya menghimbau untuk memperbanyak dizikir serta bacaan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. (wwn)

Merasa Dikejar Antu Banyu
Entah sekedar sugesti atau benar adanya, salah seorang warga Lorong Selekta/Kangkung, Rt 24, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I sebut saja Emi (42) mengaku seperti dikejar antu banyu.

Perasaan ini diceritakan Emi timbul setelah dirinya melihat kejadian anak tetangganya, Natalia (9,5) yang tewas tenggelam di bawah jembatan Ampera, Sabtu 16 Juni lalu.

Menurut Emi, saat Natalia dikabarkan tenggelam sore hari, penduduk sudah ramai melakukan pencairan. Setelah beberapa jam tak membuahkan hasil, suaminya meminta bantuan pawang di kawasan Keramasan, Kertapati.

Hasilnya, setelah pawang tersebut datang, jenazah Natalia langsung timbul ke permukaan. Namun, saat evakuasi tersebut, Emi yang berada di pinggiran sungai merasa dicolek seseorang.

Saat itu, orang yang suaranya seperti laki-laki tersebut mengatakan agar Emi jangan dekat kearah sungai, nanti menjadi sasaran antu banyu. “Pas aku lihat ke belakang, orang yang colek itu dak ada lagi. Sejak itu, di rumah aku merasa banyak bau amis. Sempat telihat, ada binatang hitam kecil dengan mata merah masuk ke rumah. Aku kadang merinding. Sejak itu aku takut keluar rumah,” jelas Emi.

Emi merasa baikan, berani keluar rumah setelah berobat ke seorang pawang di kawasan Pamulutan. “Kalau nurut yang ngobati aku, antu banyu itu ibarat nyari sasaran. Karno suami aku manggil wong pinter, jadi jenazah Natalia cepat ditemuke,” tandasnya. (wwn)

(Kompol M Haris SH MH, Kasat Polair Polresta Palembang) Sesuai Prosedur, Gandeng Mitra
Pencarian warga yang tenggelam di perairan sungai, dijelaskan Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol M Haris SH MH dilaksanakan sesuai prosedur. Pencairan dilakukan oleh anggota berdasarkan keahlian menyelam selama tujuh hari dan dapat diperpanjang jika memungkinkan.

Namun, pencarian di sungai Musi cukup menyulitkan. Dengan arus deras, air sungai Musi cenderung berlumpur membuat warna sungai kekuningan. Meski telah menggunakan penerang, tak banyak hal dapat dilihat oleh anggota.

Oleh sebab itu, sejak lama, Polair dikatakan M Haris menggandeng seorang mitra. “Namanya Pak Senen dan sudah lama menjadi mitra kita. Untuk menemukan jenazah, dia membantu murni masalah kemanusian,” jelas Haris.

Senen sendiri diakui Haris kadang dikatakan orang seorang pawang. Bagi Haris, mitra Polair tersebut dinilainya memiliki kemampuan alam lebih untuk menyelam dan memperkirakan posisi jenazah ketika terjadinya arus sungai.

“Kalau antu banyu itu legenda. Kita tidak mengkaitkannya ke sana. Kita kerja sesuai prosedur dan keahlian saja,” tukasnya. (wwn)

Written by: samuji Rabu, 11 Juli 2012 12:00
SumeksMinggu.com

http://lemabangit2.blogspot.com/2012/09/menyibak-misteri-antu-banyu.html