Tampilkan postingan dengan label Supranatural. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Supranatural. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Maret 2015

Laku Prihatin dan Tirakat (Bag 2/selesai)



Puasa weton terkait dengann kepercayaan dan kegaiban sukma (kepercayaan pada kebersamaan roh sedulur papat). Biasanya dilakukan untuk terkabulnya suatu keinginan yang sifatnya penting, dan untuk menjaga kedekatan hubungan dengan para roh sedulur papat dan restu pengayoman dari para leluhur, supaya kuat sukmanya, selalu peka rasa dan batin, peka firasat, hidupnya keberkahan dan lancar segala urusannya. Puasa weton tidak bisa ditukar dengan puasa bentuk lain, karena sifat dan kegaibannya berbeda.

_____________________________

Sesuai ajaran kejawen, sebelum melaksanakan puasa berdoalah di luar rumah menghadap ke timur. Begitu juga pada malam hari selama berpuasa, berdoa di luar rumah menghadap ke timur. Setelah selesai berpuasa berdoa juga mengucap syukur karena telah diberi kekuatan sehingga dapat menyelesaikan puasanya. Lebih baik lagi jika diawali atau ditutup dengan mandi kembang untuk membersihkan diri dari aura-aura negatif di dalam tubuh.

Untuk keperluan sehari-hari, misalnya untuk mempermudah jalan hidup, cukup puasa weton 1 hai (1 hari 1 malam), atau puasa Senin-Kamis saja, atau bisa juga mandi kembang saja (bisa hari apa saja sekali sebulan).

Dalam hal menjaga supaya kehidupannya selalu “keberkahan” dari dan dijauhan dari kesulitan-kesulitan, puasa ngebleng adalah yang terbaik. Biasanya dilakukan selama 1 hari 1 malam pada hari weton kelahiran seseorang.

Untuk keperluan sehari-hari untuk mempermudah jalan hidup dan mengejar sesuatu yang diinginkan, misalna untuk kemantapan bekerja dan perbaikan posisi/karir, cukup puasa weton 1 hari saja secara rutin setiap bulan. Lebih baik lagi jika disertai dengan mandi kembang untuk membersihkan diri dari aura-aura negatif di Dallam tubuh.

Dalam hal keinginan terkabulnya suatu hajat/keinginan khusus, sesuatu yang tidak terjadi setiap hari, yang biasa dilakukan adalah puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahiran seseorang.

Dalam hal keinginan terkabulnya suatu keingina khusus yang disertai nazar, yang basa dilakukan adalah puasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahiran seseorang, dilakukan selama 7 kali (7 bulan) berturut-turut tanpa putus dan ditutup dengan suatu ritual dan sesaji penutup, atau acara tumpeng syukuran.

Dalam hal mencari suatu petunjuk gaib/wangsit, puasa ngebleng adalah yang terbaik. Biaanya dilakukan selama 3 hari 3 malam tanpa putus, hari Selasa atau Jumat Kliwon dijepit di pembersihan diri, ritual/syukuran, ritual bersih desa, ruwatan nasib/sangkala, menjamas keris, mandi kembang, ziarah, dan sebagainya.

Orang-orang yang sering melakukan laku puasa (termasuk puasa weton), biasanya kekuatan sukmanya akan meningkat. Oang-orang yang sering melakukan laku prihatin dan tirakat biasanya juga akan banyak menerima interaksi dari roh-roh lain, disadari ataupun tidak. Roh-roh itu bisa berasal dari lingkungan tempatnya berada, atau dari lingkungan tempat-tempat yang dikunjunginya (misalnya berziarah), atau juga dari roh-roh leluhur.

Bagi orang-orang terebut, sebaiknya sering melakukan mandi kembang untuk membersihkan aura-aura negatif yang berasal dari dirinya sendiri ataupun aura negatif yang menempel yang berasal dari tempat lain, supaya terselaraskan menjadi positif. Dan bagi yang sering berpuasa, gunanya mandi kembang bagi mereka juga sama, jangan sampai bertambah kuatnya sukmanya juga menambah kuat aura-aura negatif di dalam dirinya.

Puasa Ngebleng.
Puasa umumnya dimulai saat Subuh dan buka puasa saat Maghrib. Malam harinya makan dan minum.

Puasa 1 hari, berarti selama 1 hari berpuasa dari Subuh sampai Maghrib, malam harinya bebas makan dan minum.

Puasa 3 hari, berarti selama 3 hari berpuasa dari Subuh sampai Maghrib, malam harinya bebas makan dan minum.

Puasa 7 hari, berarti selama 7 hari berpuasa dari Subuh sampai Maghrib, malam harinya bebas makan minum.

Puasa Ngebleng tidak seperti itu.
Puasa ngebleng secara sederhana bisa disebut puasa penuh 1 hari 1 malam.

Puasa ngebleng 1 hari berarti puasa penuh 1 hari 1 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.

Puasa ngebleng 3 hari berarti puasa penuh 3 hari 3 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan tidak minum.

Puasa ngebleng 7 hari berarti puasa penuh 7 hari 7 malam berturut-turut tanpa putus tidak makan dan minum.

Apa benar ada puasa ngebleng 7 hari 7 malam berturut-turut tanpa putus? Ada yang sanggup?

Bagaimana puasa ngebleng 40 hari 40 malam berturut-turut tanpa putus. Siapa yang sanggup?

Ketika seseorang berpuasa ngebleng, pada hari pertama puasanya dia akan merasakan panas, lapar dan haus, sama dengan yang dialami orang lain yang menjalani laku puasa biasa.

Pada hari kedua, orang tersebut akan merasakan tubuhnya panas, mungkin juga sampai menyebebkannya sulit tidur di malam hari karena panasnya tubhnya. Karena tidak juga ada makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuhnya, pada hari kedua itu tubuhnya mulai membakar cadangan makanan yang ada di dalam tubuhnya, iar, lemak, protein, gula, dsb, untuk dikonversi menjadi energi dan zat-zat makanan yang dibutuuhkan oleh sel-sel tubuh.

Pada hari ketiga, panas tubuhnya mereda dan berkurang, rasa lapar dan haus hilang. Yang terasa hanya tubuhnya saja yang lemas karena perutnya kempis tak berisi makanan.

Puasa ngebleng pada hari ketiga itu, yang dilakukan oleh orang-orang yang bersemedi atau menyepi (walaupun di dalam rumah), tidak menonton hiburan, tidak mendatangi tempat-tempat keramaian, dan tekun berdoa, berdzikir, wirid, kegaiban sukmanya akan kuat sekali dan akan memancar cukup jauh, kegaiban itu kuat sekali sampai dapat menarik perhatian dari roh-roh leluhurnya, sehingga disadari atau tidak, banyak leluhuurnya mendatangi orang tersebut untuk mengetahui apa tujuan lakunya dan akan berusaha membantu mewujudkan hajat niat dan keinginannya.

Pada hari ketiga itu, disadari atau tidak, roh sukma orang tersebut telah menguat, dan memancarkan aura kekuatan gaib yang menyebabkan roh-roh gaib tidak tahan berada di dekatnya. Berbeda dengan puasa pada orang-orang yang menjalani ilmu gaib dan ilmu khodam yang kondisi berpuasanya dapat mengundang roh-roh gaib untuk datang mendekat, puasa ngebleng ini justru pancaran gaib kekuatan suukmanya akan mengusir keberadaan roh-roh gaib lain dari tubuhnya dan dari sekitar orang itu berada.

Itu baru puasa ngebleng 3 hari, belum yang 7 hari, apalagi puasa ngebleng 40 hari seperti yang biasa dilakukan tokoh-tokoh kebatinan dan pertapa jamann dulu. Orang-orang yang terbiasa melakukan puasa itu, seperti tokoh-tooh kebatinan dan pertapa jaman dulu, akan memiliki kekuatan sukma yang luar biasa, yang bahkan pancaran energi kekuatan sukmanya menyebabkan roh-roh kelas atas seperti dewa dan buto pun tida tahan berada di dekatnya dan tidak aan berani datang untuk maksud menyerang.

Pancaran kekuatan sukma orang-orang itu saat sedang menjalani laku puasa dan tapa bratanya sangat menghebohkan alam gaib. Di pewayangan pun diceritakan ketika ada seseorang yang gentur dalam puasa, tapa brata, dan semedinya, kondisinya menyebabkan khayangan panas dan goncang, dan menyebabkan para dewa tidak tahan, sampai-sampai para dewa mengutus dewa lain atau bidadari untuk menghentikan/menggagalkan tapa brata orang tersebut, dan mereka akan memberikan apa saja yang diinginkan orang itu asal mau menghentikan tapanya.

Kaena itu dalam melaukan puasa ngebleng orang-orang jaman dulu akan melakukannya dengan cara menyepi, di dalam rumah, di goa atau di tempat-tempat keramat, supaya tidak ada yang menggangu.

Kekuatan sukma orang-orang itu luar biasa sekali, sehingga pada jaman dulu banyak tokoh-tokoh kebatinan dan pertapa yang bukan hanya linuwih dan waskita, dan mumpuni dalam ilmu kesaktian, tetapi juga menjadikan sukma mereka dengan muatan gaib, sehingga kemampuan moksa yang dilakukan tokoh-tokoh kebatinan jaman dulu, berpindah bersama raganya ke alam roh tanpa melalui proses kematian, adalah siatu hal yang biasa. Bahkan banyak yang melakukan tapa brata dalam rangka mandito meninggalkan keduniawiannya, kemudian moksa dengan sendirinya dalam kondisi bertapa.

Orang-orang itu, karena kekuatan gaib sukmanya, tidak lagi membutuhkan khodam makhluk halus untuk kekuatan ilmunya. Kekuatan dan kegaiban sukmanya-lah yang melakukannya. Tetapi jika ada sesuatu sosok gaib yang akan mau datang untuk menjadi khodam pendampingnya, maka hanya gaib-gaib yang setingkat dengan kekuatan sukmanya saja yang akan datang menjadi pendampingnya, bukan gaib-gaib kelas rendah yang tidak tahan dengan pancaran energi kekuatan sukmanya.

Puasa ngebleng melambangkan kekuatan tekad dan niat seseorang untuk terkabulnya suatu keinginan. Bahkab banyak orang pada jaman dulu yang melakukan tapa dan puasa ngebleng, tidak akan menghentikan tapa bratanya sebelum hajat keinginannya terkabul (sampai turun wangsit bahwa permintaannya dikabulkan).

Puasa ngebleng terkait dengan kekuatan dan kegaiban sukma manusia. Karena itu kegaiban dalam puasa ngebleng tidak dapat dibandingkan/disamakan atau ditukar dengan puasa bentuk lain. Semakin gentur laku puasa seseorang, semakin kuat sukmanya dan semakin kuat kegaibannya. Puasa ngebleng banyak dilakukan oleh orang-orang yang bergelut dalam dunia kebatinan/spiritual dan tapa brata.

Puncak kekuatan sukmanya hanya terjadi pada saat seseorang berpuasa ngebleng, sedangkan pada hari-hari selanjutnya kalau tidak lagi melakukan puasa, maka kekuatan sukmanya itu akan menurun lagi. Karena itu pelaku kebatinan dan keilmuan kebatinan jaman dulu menjadikan laku puasa ngebleng ini sebagai ritual yang akan selalu dilakukan secara berkala. Juga untuk melatih keilmuannya itu atau menekuni suatu ilmu kebatinan baru akan dilakukannya dengan berpuasa, sehingga kekuatan dan kegaiban ilmunya tinggi.

Tetapi jika puasa ngelbeng itu dilakukan oleh orang-orang yang masih awam dalam ilmu kegaiban, mungkin kegaiban dan kekuatan sukmanya itu tidak akan banyak dirasakannya. Walaupun begitu, pancaran kekuatan sukmanya itu akan menjauhkannya dari roh-roh gaib yang sifatnya mengganggu, dan sisi lain dari kegaiban sukmanya akan membuat/tead dalam keinginan-keinginannya menjadi lebih mudah terwujud dan ketajaman serta kepekaan batinnya akan semakin tinggi.

Tetapi karena semakin banyaknya orang yang meninggalkan dunia kebatinan, maka puasa ngebleng inipun semakin ditinggalkan. Bahkan para praktisi ilmu gaib dan ilmu khodam seringkali mempermudah laku puasanya. Misalnya untuk mendapatkan suatu ilmu gaib tertentu cukup puasa biasa saja dari Subuh sampai Maghrib atau hanya puasa berpantang makanan tertentu saja, yang dilakukan selama 3 hari, 7 hari, 21 hari, atau 40 hari, dan selama berpuasa itu malam harinya dharuskan mewirid amalan gaibnya.

Selama berpuasa itu pada malam harinya diharuskan mewirid amalan gaibnya tujuannya adalah sebagai usaha melatih memperkuat kemampuan seseorang dalam mengsugesti ilmu gaibnya akan kuat dan hafal mantranya di luar kepala.

Selama orang itu berpuasa dan berdzikir, tubuhnya memancarkan energi tertentu dan pikirannya akan memancarkan gelombang tertentu. Pancaran energi tubuh dan gelombang pikiran inilah yang seringkali mengundang datangnya suatu sosok makhluk halus tertentu kepada manusia. Keberadaan sosok halus itu kemudian dapat menjadi khodam ilmu gaibnya, menjadi sumber kekuatan gaibnya, sehingga walaupun kemudian sudah tidak lagi rajin berpuasa dan tidak lagi rajin mewirid amalan ilmunya, selama khodamnya bersamanya, kapan saja ilmu itu diamalkan tetap akan berfungsi.

Jadi bsa juga dikatakan, untuk dengan sengaja mengundang suatu sosok gaib untuk datang mejadi khodam pendamping, maka cara puasanya adalah puasa bentuk ini. Hanya saja kita harus teliti dan waspada mengenai siapa sosok halus yang datang mendampingi kita itu.

Puasa Weton.
Puasa weton adalah termasuk jenis puasa ngebleng yang dilakukan pada hari kelahiran seseorang, yang perhitungan waktu mulai berpuasa dan menutup puasa dilakukan berdasarkan perhitungan hari dalam kalender jawa. Puasa weton (wetonan) adalah puasa untuk memperingati hari kelahiran seseorang sesuai laku dalam budaya Jawa.

Puasa weton terkait dengan kekuatan dan kegaiban sukma (roh pancer dan sedulur papat). Biasanya dilakukan untuk terkabulnya suatu keinginan yang sifatnya penting, dan untuk menjaga kedekatan hubungan dengan roh sedulur papat dan restu pengayom dari para leluhur, supaya kuat sukmanya, selalu peka rasa dan batin, peka firasat, peka bisikan gaib, hidupnya keberkahan dan lancar segala urusannya. Puasa weton terkait dengan kegaiban yang berasal dari sukma manusia sendiri (kegaiban kesatuan roh pancer dan sedulur papat). Puasa weton tidak berhubungan dengan kegaiban roh-roh lain.

Puasa weton tidak bisa disamakan atau diperbandingkan atau dtukar dengan puasa bentuk lain, karena sifat dan kegaibannya berbeda. Puasa weton yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak memahami atau tidak meyakini keberadaan roh sedulur papat kegaibannya tidak akan sebaik mereka yang melakukan dengan landasan kepercayaan pada roh sedulur papat. Keyakinan pada keberadaan dan kebersamaan roh sedulur papat dengan pancer akan memperkuat kegaiban sukma dan memperkuat interaksi roh sedulur papat dan para leluhurnya dengan seseorang.

Dalam kehidupannya sehari-hari kekuatan sukma akan membantu dalam kemantapan bersikap, membantu membuka jalan hidup dan menyingkirkan halangan dan kesulitan-kesulitan, dan interaksi sedulur papat akan membantu peka rasa dan firasat, peka bisikan gaib, mendatangkan ide-ide dan ilham, peringatan-peringatan dan jawaban-jawaban permasalahan.

Sesuai tradisi Jawa puasa weton dilakukan dengan berpuasa pada hari keahiran seseorang (Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, Minggu) yang sesuai dengan hari pasaran kelahirannya (Pon, Pahing, Wage, Legi, dan Kliwon). Dengan demikian hari weton kelahiran seseorang akan selalu berulang setiap 35 hari sekali.

Sebagai catatan, dalam penanggalan Jawa, hari dimulai pada pukul 5 sore hari sebelumnya dan akan berakhir pada pukul 5 sore hari yang bersangkutan. Jadi, batas suatu hari adalah pada pukul 5 sore, dan mulainya hari adalah pada pukul 5 sore.

Berarti hari Senin dimulai ppada hari sebelumnya (Minggu pukul 5 sore dan berakhir pada hari Senin tersebut pukul 5 sore).

Hari Senin itu pada pukul 6 sore (Maghrib) sudah terhitung hari Selasa, karena sudah melewati batas hari Senin pukul 5 sore.

Ada beberapa hitungan hari dalam puasa weton sebagai berikut:

1. Puasa weton sehari penuh.
Artinya puasanya dilakukan 1 hari Jawa (sehari semalam, 24 jam).

Puasa weton sehari ini adalah yang secara umum dilakukan dalam budaya masyarakat Jawa. Misalnya, hari kelahirannya adalah Selasa Pahing, maka puasanya dimulai pada hari sebelumnya, yaitu Senin pukul 5 sore dan berakhir pada hari Selasa Pahing tersebut pukul 5 sore.

2. Puasa weton 3 hari (hari weton dijepit di tengah).
Artinya puasa dilakukan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus, yaitu puasa pada hari weton ditambah 1 hari sebelumnya dan 1 hari sesudahnya, sehingga total puasa menjadi 3 hari Jawa terus-menerus. Misalnya kelahiran Rabu Kliwon, maka puasanya dilakukan selama 3 hari, yaitu Selasa, Rabu Kliwon, dan Kamis terus-menerus tanpa putus. Hari Selasa dimulai pada hari sebelumnya, yaitu Senin pukul 5 sore. Hari Kamis berakhir pada pukul 5 sore.

Jadi puasa weton 3 hari itu dimulai pada hari Senin pukul 5 sore dan berakhir ada hari Kamis pukul 5 sore terus-menerus tanpa putus siang dan malam.

3. Puasa weton 3 hari selama 7 kali berturut-turut.
Artinya, puasanya dilakukan selama 3 hari Jawa terus-menerus tanpa putus yang dilakukan selama 7 kali berturut-turut tanpa putus (selama 7 bulan berturut-turut).

Jenis puasa ini biasanya dilakukan untuk keinginan terkabulnya suat keinginan khusus yang bukan sesuatu yang bisa terjadi sehari-hari (biasanya disertaii nazar), atau untuk keinginan terkabulnya suatu keinginan khusus yang berat, yang kadarnya tinggi, yang bagi seseorang sulit untuk dicapai, sehingga diperlukan suatu laku tambahan demi terkabulnya keinginannya itu, yaitu ppuasa ngebleng 3 hari 3 malam pada hari weton kelahiran seseorang, dan dilakukan selama 7 kali (7 bulan) berturut-turut tanpa putus dan ditutup dengan suatu ritual dan sesaji penutup (tumpeng), atau acara syukuran.

Puasa weton menjadi sempurna setelah pada penutupan puasa dilakukan pemberian sesaji untuk roh sedulur papat dan pancer sebagai berikut (salah satu):

1. Paling baik, mandi kembang telon (kembang tujuh rupa/setaman lebih baik), yaitu mandi guyuran air kembang dari kepala basah semua sampai ke kaki.

2. Kedua terbaik, makanan jajan pasar 7 macam, dimakan sebagai makanan buka puasa.

3. Bubur merah putih, yaitu bubur tepung beras (bubur sumsum) yang diberi gula jawa cair, dimakan sebagai makananbuka puasa.

Laku Prihatin dan Tirakat (Bag 1)


Kebatinan adalah sesuatu yang dirasakan manusia pada batin yang paling dalam, dan terjadi pada siapa saja, termasuk pada orang-orang yang sangat tekun dan murni dalam agamanya, karena setiap agama pun mengajarkan juga tentang apa yang dirasakan hati dan batin, mengajarkan untuk selalu membersihkan hati, bagaimana harus berpikir dan bersikap, dan sebagainya.

_________________________

Dalam masing-masing firman dan sabda terkandung makna kebatinan yang harus dihayati dan diamalkan oleh para penganutnya. Bahkan panggilan yang dirasakan seseorang untuk beribadah, itu juga batin. Dan di dalam batin tersimpan sebuah kekuatan yang besar jika dilatih dan diolah. Kekuatan batin manjadi kekuatan hati dalam menjalani hidup dan memperkuat keimanan seseorang. Ajaran kebatinan kejawen pada dasarnya adalah pemahaman dan penghayatan kepercayaan orang Jawa terhadap Tuhan . kejawen atau Kejawaan (ke-jawi-an) dalam pandangan umum berisi kesenian, budaya, tradisi, ritual, sikap serta filosofi orang-orang Jawa. Kejawen mencerminkan spritualis orang Jawa.

Ajaran kejawen tidak terpaku pada aturan yang formal seperti dalam agama, tetapi menekankan pada konsep “keseimbangan dan dan keharmonisan hidup”. Kebatinan Jawa merupakan tradisi dan warisan budaya leluhur sejak jaman kerajaan purba, jauh sebelum hadirnya agama-agama di Pulau Jawa, yang pada prakteknya, selain berisi ajaran-ajaran budi perkerti, juga diwarnai ritual-ritual yang berbau mistik.

Secara kebatinan dan spiritual dipaham bahwa kehidupan manusia di alam ini hanyalah sementara saja, yang pada akhirnya nanti semua orang akan kembali lagi kepada Sang Pencipta. Manusia, bila hanya sendiri, adalah bukan apa-apa, bukan siapa-siapa, lemah dan fana. Karena itulah manusia manusia harus bersandar kepada kekuatan dan kekuasaan yang lebih tinggi (roh-roh dan Tuhan), dan beradaptasi dengan lingkungan alam dan memeliharanya, bukan melawannya, apalagi merusaknya. Lebih baik untuk menjaga sikap dan tidak membuat masalah. Memiliki sedikit lebih baik, daripada berambisi mencari “lebih”.

Dengan demikian idealism kebatinan Jawa menuntun manusia pada sikap menerima, sabar, rendah hati, sikap tahu diri, kesederhanaan, suka menolong, tidak serakah tidak foya-foya/berhura-hura, dsb. Idealism inilah yang menjadikan manusia hidup tentram dan penuh rasa syukur kepada Tuhan. Mereka terbiasa hidup sederhana dann papun yang mereka miliki akan mereka syukuri sebaga karunia Allah.

Mereka percaya adanya “berkah” dari rooh-roh, alam dan Tuhan, dan kehidupan mereka akan lebih baik bila mereka “keberkahan”. Karena itu dalam budaya Jawa dikenal adanya upaya untuk selalu menjaga perilaku, kebersihan hati dan batin dan ditambah dengan laku prihatin dan tirakat supaya hidup mereka diiberkahi. Mereka tekun menjalankan “laku” untuk pencerahan cipta, rasa, budi, dan karsa.

laku adalah usaha/upaya
Prihatin adalah sikap menahan diri, menjauhi perilaku bersenang-senang, enak-enakan.

Tirakat adalah usaha-usaha tertentu sebagai tambahan, untuk terkabulnya suatu keinginan. Hakekat dan tujuan dari laku prihatin dan tirakat adalah usaha untuk menjaga agar kehidupan manusia selalu “keberkahan”, selamat dan sejahtera dalam lindungan Tuhan, agar dihindarkan dari kesulitan-kesulitan dan terkabul keinginan-keinginannya. Proses laku mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang agar selalu bersikap positif dan menjauhi hal-hal yang bersifat negatif dan tidak bijaksana, demi tercapainya tujuan hidup.

Di luar segala bentuk laku prihatin yang dijalankan manusia, ada laku lain yang sifatnya sangat mendasar, yaitu puasa hati dan batin, yang dalam kesehariannya dilakukan tanpa kelihatan bentuk dasar lakunya. Laku pribadi yang biasa dilakukan pada dasarnya adalah:

1. Membersihkan hati dan batin dan membentuk hati tulus dan ikhlas.

2. Hidup sederhana dan tidak tamak, selalu bersyukur atas apa yang dimiliki.

3. Mengurangi makan dan tidur.

4. Tidak melulu mengejar kesenangan hidup.

5. Menjaga sikap eling lan waspada.

Di dalam spiritual kejawen, seorang penghayat kejawen biasa melakukan puasa dan biasanya disesuaikan dengan kalender Jawa, misalnya puasa Senin-Kamis, wetonan, Selasa Kliwon, Jumat Kliwon, dan sebagainya.

Puasa tersebut dimaksudkan untuk menjadikan hidup mereka lebih “bersih” dan keberkahan, sekaligus juga bersifat kebatinan, yaitu untuk memelihara kepekaan batin dan memperkuat hubungan mereka dengan saudara kembar gaib, yang biasa disebut “sedulur papat”, sehingga puasa itu juga memelihara “berkah” indera keenam seperti peka firasat, peka terhadap petunjuk gaib/pertanda, peka tanda-tanda alam, dan sebagainya.

Lalu prihatin pada prinsipnya adalah perbuatan sengaja untuk menahan diri terhadap kesenangan-kesenangan, keinginan-keinginan dan nafsu/hasrat yang tidak baik dan tidk bijaksana dalam kehidupan. Laku prihatin juga dimaksud sebagai upaya menggembleng diri untuk mendapatkan “ketahanan” jiwa dan raga dalam menghadapai gelombang-gelombang dan kesulitan hidup. Orang yabg tidak biasa laku prihatin, tidak biasa menahan diri, akan merasakan beratnya menjalani laku prihatin.

Laku prihatin dapat dilihat dari sikap seseorang yang menjalani hidup ini secara tidak berlebih-lebihan. Idealnya, hidup ini dijalani proporsonal, selaras dengan apa yang benar-benar menjadi kebutuhan hidup, dan tidak melebihi batas nilai kepantasan atau kewajaran (tidak berlebih dan tidak pamer).

Walaupun kepemilikan kebendaan seringkali dianggap sebagai ukuuran kualitas dan keberhasilan hidup seseorang, dan sekalipun seseorang sudah jaya dan berkecukupan, laku prihatin dapat dilihat dari sikapnya yang menahan diri dari perilaku konsumtif berlebihan. Menjalani laku prihatin juga tidak sama dengan menahan diri karena hidup yang serba kekurangan. Laku prihatin melandasi perbuatan yang bermoral.

Prihatinnya Orang Miskin Harta.
Walaupun seseorang kekurangan harta, tetapi dia tidak mengisi hidupnya dengan kesedihan, rasa iri dan dengki dan tidak mengejer kekayaan dengan cara tercela. Tetap hidup sederhana sesuai kebutuhannya dan tidak menginginkan sesuatu yang bukan miliknya.

Walaupun tidak dapat memenuhi keinginan kebendaan duniawi secara berlebihan, tetapi tetap menjalani hidup dengan rasa menerima dan bersyukur. Dan sekalipun menolong dan membantu orang lain, tetapi dilakukan tanpa pilih kasih dan tanpa pamrih kebendaan, dengan demikian hidupnya juga memberkahi orang lain.

Filosofinya, makan untuk hidup, bukan hidup untuk makan (hewan). Urip iku mung manpir ngumbe thok.

Hidup seperlunya saja sesuai kebutuhan, bukannya mengejar/menumpuk harta atau apapun juga yang nantinya toh tidak akan dibawa mati, dan dibaw masuk ke dalam kubur.

Sekalipun mereka miskin harta, tetapi kaya di hati, sugih tanpa bandha. Berbeda dengan orang yang berjiwa miskin, yang sekalipun sudah berkecukupan harta, tetapi selalu merasa takut miskin, dan akan melakukan apa saja, termasuk perbuatan yang tercela, untuk terus menambah kekayaannya.

Prihatinnya Orang Kaya Harta.
Walaupun seseorang berlebihan harta, tetapi tidak mengisi hidupnya dengan dengan kesombongan dan bermewah-mewahan. Tetap hidup sederhana sesuai kebutuhannya dan tidak memenuhi segala keinginan melebihi apa yang menjadi kebutuhan.

Seseorang yang kaya berlimpah harta, memiliki banyak benda yang bagus dan mahal harganya dan melakukan pengeluaran yang “lebih” untuk ukuran orang biasa, bukan selalu berarti tidak nejalani laku prihatin. Namun hidup yang bermewah-mewah sama saja dengan hidup berlebih-lebihan (melebihi apa yang menjadi kebutuhan), inilah yang disebut tidak menjalani laku prihatin.

Orang kaya harta, yang selalu mensyukuri kesejahteraannya, akan tampak dari sikap hatinya yang selalu memberi “lebih” kepada orang-orang yang membutuhkan pemberiannya, bukan sekedar memberi, walaupun perbuatannya itu tidak ada yang melihat. Dan semua kewajibannya, duniawi maupun keagamaan, yang berhubungan dengan hartanya akan dipenuhinya, tidak ada yang dikurangkan.

Prihatinnya Orang Kaya Ilmu.
Orang kaya ilmu, baik ilmu pengetahuan maupun ilmu spiritual, akan menjalani laku prihatin dengan cara memanfaatkan tidak untuk kesombongan, kejayaan, dan kepentingan diri sendiri, serta tidak untuk membodohi atau menipu orang lain, tetapi dimanfaatkan juga untuk menolong orang lain dan membaginya kepada siapa saja yang layak menerimanya, tanpa pamrih kehormatan atau upah.

Prihatinnya Orang Berkuasa.
Seorang penguasa hidup prihatin dengan menahan kesombongannya, menahan hawa nafsu sok kuasa, dan tidak memanfaatkan kekuasaannya untuk kejayaan diri sendiri dan keluarganya saja. Kekuasaan dijadikan sarana untuk menciptakan kesejahteraan bagi para bawahan dan masyarakat yang dipimpinnya.Kekuasaan dimanfaatkan untuk menciptakan negeri yang adil dan makmur, gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kertoraharjo, sebagaimana layaknya seorang negarawan sejati.

Seorang politikus hidup prihatin dengan tidak hanya membela kepentingannya, kelompoknya atau golongannya sendiri, tau untuk mencari populeritas, menggoyang pemerintahan yang ada, tetapi digunakan untuk mendukung pemerintahan yang ada dan meluruskan jalannya yang keliru, yang menyimpang, untuk kepentingan rakyat banyak.

Seorang aparat negara, aparat keamanan atau penegak hukum, hidup prihatin dengan melaksanakan kewajiban-kewajiban tugasnya dengan senantiasa dan tidak menyalahgunakan kewenangan untuk menindas, memeras atau berpihak kepada pihak-pihak tertentu dan merugikan pihak yang lain, mencukupkan diri dengan gajinya dan menambah rejeki dengan cara yang halal, tidak mencuri, tidak memeras, tidak meminta/menerima sogokan.

Orang Jawa bilang intinya kita harus selalu eling lan waspada. Selalu ingat Tuhan. Tetapi biasanya manusia hanya mengejar kesuksesan saja, keberhasilan, keberuntungan, dsb, tapi tidak tahu pengapesannya.

Sering dikatakan orang-orang yang selalu ingat Tuhan dan menjaga moralitas, seringkali hidupnya banyak godaan dan banyak kesusahan. Kalau eling ya harus tulus, jangan ada rasa sombong, jangan merasa lebih baik atau lebih benar dibanding orang lain, jangan ada pikiran jelek tentang orang lain, karena kalau kita bersikap begitu sama saja kita bersikap negatif dalam diri kita. Aura negatif akan menarik hal-hal yang negatif juga, sehingga kehidupan kita juga akan banyak berisi hal-hal yang negatif.

Di sisi lain kita juga harus sadar, bahwa orang-orang yang banyak menahan diri, membatasi perbuatan-perbuatannya, seringkali menjadi kurang kreatif dan yang didapatnya juga akan lebih sedikit dibandingkan orang-orang yang tidak menahan diri. Itulah resikonya menahan diri. Tetapi mereka yang sadar pada kemampuan dan potensi diri, peluang-peluang, dsb, dan dapat memanfaatkannya dengan tindakan nyata, akan juga dapat menghasilkan banyak, tanpa harus lupa Tuhan dan merusak moralitasnya.

Di sisi lain sering dikatakan orang-orang yang tidak ingat Tuhan atau tidak menjaga moralitas, seringkali kelihatan hidupnya lebih enak. Bisa terjadi begitu karena mereka tidak banyak beban, tidak banyak menahan diri, apa saja akan dilakukan walaupun tidak baik, walaupun tercela. Beban hidupnya lebih ringan daripada yang menahan diri. Mereka bisa mendapatkan lebih banyak, karena mereka tidak banyak menahan diri.

Di luar pandangan-pandangan di atas, sebenarnya, jalan kehidupan masing-masing makhluk, termasuk manusia, sudah ada garis-garis besarnya, sehingga bisa diramalkan oleh orang-orang tertentu yang bisa meramal. Tinggal masing-masing manusianya saja dalam menjalani kehidupannya, apakah akan banyak eling dan menahan diri, ataukah akan mengumbar keduniawiannya.

Dalam tradisi Jawa, laku prihatin dan tirakat adalah bentuk upaya spiritual/kerohanian seseorang dalam bentuk keprihatinan jiwa dan raga, ditambah dengan laku-aku tertentu, untuk tujuan mendapatkan keberkahan dan keselamatan hidup, kesejahteraan lahiriah maupun batin, atau juga untuk mendapatkan keberkahan tertentu, suatu ilmu tertentu, kekayaan, kesaktian, pangkat atau kemuliaan hidup. Laku prihatin dan tirakat ini, selain merupakan bagian dari usaha dan doa kepada Tuhan, juga merupakan suatu “keharusan” yang sudah menjadi tradisi, yang diajarkan oleh para pendahulu mereka.

Ada pepatah, puasa adalah makanan jiwa. Semakin gentur laku puasa seseorang, semakin kuat jiwanya, sukmanya.

Laku puasa yang dilakukan sebagai kebiasaan rutin akan membentuk kebatinan manusia yang kuat untuk bisa mengatasi belenggu duniawi lapar dan haus, mengatasi godaan hasrat dan nafsu duniawi, dan menjadi upaya membersihkan hati serta mencari keberkahan pada jalan hidup. Akan lebih baik bila sebelum dan selama melakukan laku tersebut selalu berdoa niat dan tujuannya, mendekatkan hati dengan Tuhan, jangan hanya dijadikan kebiasaan rutin saja.

Berat-ringannya suatu laku kebatinan bergantung pada kebulatan tekad sejak awal sampai akhir. Bentuk laku yang dijalani tergantung pada niat dan tujuannya. Diawali dengan mandi keramas/bersuci, menyajikan sesaji sesuai yang diajarkan dan menanjatkan doa tentang niat dan tujuannya melakukan laku tersebut dan menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan jahat dan tercela. Ada juga yang melakukannya bersama dengan laku berziarah, atau bahkan tapa brata, di tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti di gunung, makam leluhur/orang-orang linuwih, hutan, goa, bangunan yang wingit, dan sebagainya.

Ada beberapa bentuk formal laku prihatin dan tirakat, misalnya:

1. Puasa, tidak makan dan minum atau berpantang makanan tertentu.

Jenisnya:
Puasa Senin-Kamis, yaitu puasa tidakk makan dan minun setiap hari Senin dan Kamis.

Puasa Weton, puasa tidak makan dan minum setiap hari weton (hari+pasaran) kelahiran seseorang.

Puasa tidak makan apa-apa, boleh minum hanya air putih saja.

Puasa Mutih, tidak makan apa-apa kecuali nasi putih dan air putih saja.

Puasa Mutih Ngepel, dari pagi sampai Maghrib tidak makan dan minum, untuk sahur dan buka puasa hanya 1 kepal nasi dan 1 gelas air putih.

Puasa Ngepel, dalam sehari hanya makan satu atau beberapa kepal nasi saja.

Puasa Ngeruh, hanya makan sayuran atau buah-buahan saja, tidak makan daging, ikan, telur, terasi, dan sebagainya.

Puasa Ngayep, hampir sama dengan Puasa Mutih, tetapi makanannya lebih beragam asalkan tidak mempunyai rasa, yaitu tidak memakai bumbu pemanis, cabai, dan garam.

Puasa Ngrowot, dilakukan dari Subuh sampai Maghrib. Saat sahur dan buka puasa hanya makan buah-buahan, dan umbi-umbian yang sejenis saja, maksimal 3 buah.

Puasa Ngebleng, tidak makan dan minum sehari penuh siang dan malam, atau beberapa, siang dan malam tanpa putus, biasanya 1-3 hari.

2. Menyepi dan berdoa di dalam rumah. Tidak mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.

3. Menyepi dan berdoa di makam leluhur/orang-orang linuwih, dan tempat-tempat yang dianggap keramat, tidak mendatangi tempat keramaian serta tida menonton hiburan.

4. Berziarah dan berdoa di makam leluhur/orang-orang linuwih, dan tempat-tempat yang dianggap keramat, seperti di gunung,pohon, goa, banguan yang wingit, dan sebagainya.

5. Mandi kembang telon aau kembang setaman tujuh rupa.

6. Tapa Melek, tidak tidur, biasanya 1-3 hari. Tidak mendatangi tempat keramaian dan tiida menonton hiburan.

7. Tapa Melek Ngalong, biasanya 1-7 hari. Siang hanya boleh tidur, tetapi selama malam hari tidak tidur, tidak mendatangi tempat keramaian dan tidak menonton hiburan.

8. Tapa Bisu dan Lelono, melakukan perjalanan berjalan kaki dan bisu tidak bicara, dari Maghrib sampai pagi, melakukan kunjungan ke makam leluhur/orang-orang linuwih atau ke temapt-tempat keramat dan berdoa.

9. Tapa Pati Geni, diam di dalam suatu ruangan , tidak terkena cahaya apapun, selama sehari atau beberapa hari, biasanya untuk tujuan keilmuan. Ada juga yang disebut Tapa Pendem, yaitu puasa dan berdiam di dalam rongga di dalam tanah seperti orang yang dimakamkan, biasanya selama 1-3 hari.

10.Tapa Kungkum, ritual berendam di sendang atau sungai, terutama di pertemuan 2 sungai (tempuran sungai), selama beberapa malam berturut-turut dan tidak boleh tertidur, dengan posisi berdiri atau duduk bersila di dalam air dengan kedalaman air setinggi leher atau pundak.

Laku prihatin dan tirakat nomor 1 sampai 5 adalah yang biasa dilakukan orang Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan kombinasi 1 sampai 10 dilakukan untuk terkabulnya suatu keinginan tertentu yang bersifat khusus, biasanya supaya mendapatkan berkah tertentu, atau untuk tujuan keilmuan.

Tidak hanya dalam kehidupan keseharian, laku-laku kebatinan di atas juga seringkali dilakukan sebelum seseorang melakukan suatu kegiata/usaha yang dianggap penting dalam kehidupannya, seperti memulai suatu usaha ekonomi, akan pergi merantau, akan hajatan nikahan, dsb. Bahkan sudah biasa bila orang-orang tua berpuasa untuk memohonkan keberhasilan kehidupan dan usaha anak-anaknya.

Masing-masing bentuk laku prihatin dan tirakat mempunyai kegunaan dan kegaiban sendiri-sendiri yang dapat dirasakan para pelakunya, dan mempunyai kegaiban sendiri-sendiri dalam membantu mewujudkan tujuan laku pelakunya. (*)

Senin, 24 November 2014

Investigasi Gaib Sosok Kanjeng Ratu Kidul

Investigasi Gaib Sosok Kanjeng Ratu KidulOleh: Goenawan WE

Kisah keberadaan legenda tentang ada tidaknya sosok penguasa Laut Selatan yang akrab disebut Kanjeng Ratu Kidul memang masih terbungkus satu misteri yang tidak sembarangan orang mampu mengupasnya secara akurat kebenarannya.

______________________________



Banyak beredar beragam versi cerita rakyat. Namun sebetulnya untuk bisa mengetahui ada tidaknya keraton lelembut di Laut Selatan, ada satu Pustaka kuno yakni Babad Tanah Jawi. Dari pustaka ini orang akan bisa menelaah tentang keberadaan ratu jelita Kangjeng Ratu Kidul tersebut. Keakuratannya pun dapat dipertanggung jawabkan, mengingat kitab babad tersebut hingga kini masih “dipakai” kalangan masyarakat Jawa khususnya Kawulo Mataram dan Keraton Kesunanan Surokerto Hadiningrat.

1. Atur Pembagya
Dalam tulisan ini, bahkan dilengkapi dengan hasil investigasi mistik yang akan menambah akurasinya. Seorang abdi-dalem Keraton Surokerto Hadiningrat yang membidangi masalah spiritual kejawen yang juga Paran Poro atau Penasehat Spiritual Alm. PB XII, ki KRMHT . Djoko Pandjihamidjoyo, BA akan membahas tuntas permasalahannya yang berlandaskan pada Pustaka Kuno Babad Tanah Jawi dan hasil investegasi selama ini, sehingga bisa merupakan sumber pengetahuan gaib khususnya mengenai kebaradaan, sejarah sert relevansinya meyakini tentang keberadaan Kangjeng Ratu Kidul.

2. Konfirmasi Hasil Investigasi Gaib Oleh Nara Sumber
Terlepas dari dogma: percaya dan tidak percaya, sebagai peraga spiritual, narasumber yang juga abdi-dalem Keraton Surokarto Hadiningrat Ki KRMHT. Djoko Pandjihamidjoyo, setiap agenda Keraton melaksanakan ritual-ritualnya, terutama ritual pokok seperti Wiyosan Tingalan Jumenengan, Gerebeg Besar, Gerebeg Maulud, Kirab Pusaka malam 1 Suro, dan lain-lain. Yang setiap acara keraton tersebut selalu dihadiri oleh Kangjeng Ratu Kenconosari yang dalam kehadirannya selalu didahului dengan pertanda hujan deras dan embalinya wun (panggilan akrab Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhan Pakoe Boewono yang ke XII) di panggung Songgobuwono, menara tinggi di halaman Keraton. Untuk keperluan itu Ki Djoko (panggilan akrab Ki KRMHT. Pandjihamidjoyo) selalu punya tugas dan peran dalam menerima kehadiran beliau.

Dengan “mata batin” dan indera supra, Ki djoko mampu “melihat” sosok wanita belia nan jelita penuh wibawa, beliaulah yang sering disapa Ibu Ratu atau Kangjeng Ratu Kenconosari, penguasa Laut Selatan tersebut. Jadi fenomena tentang kebaradaan Ratu Laut Selatan itu secara pasti dan diyakini ada dan masih eksis hingga abad modern ini, meski kehidupan beliau hingga abad 21 ini telah mencapai usia 1300 tahun lebih untuk Kangjeng Ratu Kenconosari, atau 4000 tahun bagi Kangjeng Ratu Kidul.

Secara kebetulan juga Ki Djoko memiliki “sarana” dan telah diakui beliau, yakni adanya “sahabat” Ki Djoko yang konon adalah titisan Kangjeng Ratu Kidul dengan Brawijaya saat pergolakan para Wali menjatuhkan Majapahit, Raja dan para selir melarikan diri ke arah timur. Di Desa Ketonggo, kaki Gunung Lawu salah seorang istri selir yang konon wadagnya sering “diagem” Kangjeng Ratu Kidul untuk berhubungan dengan Sang Prabu Brawijaya, disitu “keguguran.”

Janin keterek tersebut kemudian menjadi sahabat dengan Almarhum Nenek Ki Djoko dan menurun sampai sekarang sebagai Ki Djoko yang memiliki nama Kyai Paser, sosok makhluk halus dari ras, Kamadadi (istilah kejawean bagi arwah yang memiliki jasad dan gagal mensenyawainya). Dari persahabatan itulah Ki Djoko menjadi orang yang di “kenali” Kngjeng Ratu Kencorosari, dan mempunyai kewajiban Pisowanan Rutine setiap purnama bulan Suro, dengan melalui pintu gerbang Keraton Kidul di bagian tengah, yakni Parangkusumo Yogya Selatan Ki Djoko selalu hadir dalam Pisowanan Suro tersebut di Siti Hinggil Keraton Kidul.

Perlu diketahui bahwa pintu gerbang Keraton Kidul ada tiga, bagian timur di Blitar Selatan yakni Pantai Ngliyep. Bagian tengah di Parangkusumo, Yogya Selatan, dan bagian barat di Pelabuhan Ratu. Adapun posisi Keraton Kidul adalah di sebelah selatan Gunung Merapi, belahan laut bagian selatan tepat di Desa Pamantingan

Figur Kangjeng Ratu Kencorosari tidak ubahnya Kangjeng Ratu Kidul atau Dewi Nawangwulan yakni, sosok jelita, wajah bersinar penuh charisma, dengan rambut diurai hingga pinggul, bersumpingkan bunga semboja, bermahkotakan susun tiga (tiara), mengendarai kereta kencana yang ditarik delapan kuda jin, berpakaian serba hijau (biru kehijau-hijauan) bertahtakan emas berlian dan mutu manikin merah delima. Tangan kanan selalu memegang cambuk dan tangan kiri sambil memegang tali sais, menggenggam tongkat komando bermotif trisula atas bawah. Itulah gambaran sosok beliau

3. Siapa Sosok Kangjeng Ratu Kidul itu?
Dalam dunia maya yang tidak kasat mata, banyak orang yang meyakini keyakinan tersebut suda ada sejak kuno makuno bahwa di Laut Selatan belahan dunia ini terdapat satu sentra pengendalian aktivitas makhluk-makhluk halus (baca: lelembut) yang hidup di alam supranatural, yakni Keraton Kidul. Sebagai orang nomor satu yang notabene selaku Ratu-nya yakni sosok makhluk halus ber ras iblis yang konon moyang-moyangnya berasal dari Segitiga Bermuda Amerika, yang bernama Roro Kidul.

Kurang lebih 4000 tahun yang lalu Roro Kidul dinobatkan sebagai Ratu Laut Selatandan bergelar Kangjeng Ratu Kidul. Hasil investegasi narasumber mengatakan bahwa keberadaan makhluk-makhluk halus di Laut Selatan memiliki populasi yang sulit dihitung dengan angka, jumlahnya ber-milyar-milyar, terdiri dari berbagai ras yang merupakan persilangan persilangan, seperti genderuwo, ilu ilu banaspati, wewe, sundel bolong, peri, dan lain-lainnya. Laut Selatan merupakan satu kerajaan yang langsung dibawahi penguasa utama (baca: kekaisaran lelembut) di Segitiga Bermuda Benua Amerika.

Kekuasaan absolutnya yang menjadikan sang ratu terlalu sewenang-wenang terhadap umat Ciptaan Tuhan terakhir yakni manusia, menjadikan sosok Kangjeng Ratu Kidul sangat ditakuti, sehingga banyak ekali orang-orang yang kemudian “memalinkan” imannya, menyembah sang ratu. Itu terjadi sebelum abad VIII Masehi. Pelanggaran-pelanggaran hak yang diberkan Tuhan kepadanya (boleh menggoda manusia keturunan Adam asal tidak dipaksa) telah dilanggar; Kangjeng Ratu Kidul secara periodik telah merenggut nyawa-nyawa manusia yang tidak percaya dengan menebar berbagai penyakit (pageblug) yang setelah mati nyawanya disandera ebagai pengikutnya. Inilah realita yang terjadi kala itu.

4. Sosok Manusia Linuwih Kangjeng Ratu Kidul
Melihat keadaan seperti itu, sepertinya Tuhan tidak berkenan, dan memunculkan figur manusia linuwih untuk meredam dan mematahkan kesewenang-wenangan dan keangkaramurkaan Ratu Laut Selatan tersebut. Siapa figur manusia sakti yang akhirnya mampu membawa misinya menaklukan kesaktian Kangjeng Ratu Kidul?

Konon dikisahkan dalam babad yang diawali dengan adanya Kerajaan Pajajaran abad delapan dengan rajanya Kangjeng Prabu Mundingwangi yang terpaksa mengusir putra-putrinya Dewi Kilisuci pergi dari istana karena tidak mau dinikahkan dengan raja muda Segaluh Raden Banyak Wide. Kepergian Dewi Kilisuci mengarah ke timur dan berhenti di Gunung Kombang (perbatasan Jabar – Jateng sekarang).

Di situ Dewi Kilisuci menjadi pertapa dank arena kesaktiannya untuk mengelabuhi pengembaraannya, Dewi Kilisuci merubah wujud menjadi seorang pertapa lak-laki tua bergelar Ki Hajar Cemorotunggal. Nama Cemorotunggal mungkin diambil karena adanya pohon cemara satu-satunya di puncak Gunung Kombang yang merupakan padepokannya. Kemasyhuran Sang Hajar dalam kurun waktu tiga generasi terus berkembang, semakin tersohor akan kesaktiannya. Konon, keadaan kerajaan Pajajaran yang akhirnya ditumpas oleh kerajaan Segaluh oleh Rajanya Kangjeng Prabu Banyak Wide mengakibatkan putra mahkota Pajajaran Raden Joko Susuruh melarikan diri keluar dari wewengkon kerajaannya.

Kepergiannya juga diikuti adiknya (lain ibu) Aryo Bangah. Kepergian keduan ksatria Pajajaran tersebut dengan maksud mencari seorang guru untuk menyerap ilmu-ilmu kanuragan dengan harapan pada suatu saat mampu merebut kembali Kerajaan Pajajaran dari tangan Segaluh. Akhirnya Joko Susuruh sampai di puncak Gunung Kombang dan berguru pada Sang Hajar. Dalam kurun wakktu diperguruannya, akhirnya Raden Joko Susuruh mengetahui siapa jatidiri Hajar Cemorotunggal yang tak lain adalah figur wanita jelita yang sakti dan tak bisa tua, yakni saat Sang Hajar bersemedi merubah wujud yang kebetulan diintip oleh Raden Joko Susuruh.

Karena tak kuasa menahan gejolak asmaranya, maka Joko Susuruh ingin mengawininya. Sang Hajar akhirnya juga menceritakan tentang dirinya yang masih termasuk trah Pajajaran, kakak dari nenek Joko Susuruh yang bernama asli Dewi Kilisuci. Menanggapi ppermintaan Joko Susuruh untuk memperistrkannya, Dewi Kilisuci menyanggupi tetapi bukan waktu itu, melainkan besok kalau Joko Susuruh telah menjadi raja di Tanah Jawa dan Dewi Kilisuci juga akan menjadi raja yang akan merajai kaum lelembut dan bertahta di Laut Selatan yang masih wewengkon kekuasaan raja keturunan Joko Susuruh di selatan Gunung Merapi.

Dewi bahkan menyarankan agar Joko susuruh meneruskan perjalanannya mengarah ke timur, dengan pesan jangan sekali-kali berhenti dan bermukim kalau menemukan sebuah pohon maja yang hanya berbuah satu dan pahit rasanya. Di sutilah “wangsit” mengatakan akan timbul kerajaan besar di Tanah Jawa dwipa dan Joko Susuruh lah rajanya.

Singkat cerita, Joko Susuruh dan adiknya Aryo Bangah telah bermukim di satu tempat seperti arahan Dewi Kilisuci yakni dilembah sungai (sekarang Kota Mojokerto) dan desa itu dinamakan Desa Majapahit. Semakin banyak orang bermukim jadilah kota besar, dan niat Joko Susuruh untuk merebut kembali tahtanya dilaksanakan. Akhirnya Kerajaan Pajajaran dipindahkan ke Desa Majapahit sehingga menjadi kerajaan yang bernama Majapahit. Itu terjadi abad 8 pertengahan.

Alkisah Dewi Kilisuci setelah Raden Joko Susuruh pergi, juga terus mengikuti kepergiannya tetapi arahnya ke Pantai Laut Selatan yang sesuai wangsit terletak di sebelah selatan Gunung Merapi. Di situ Dewi Kilisuci berhasil memerangi Ratu Laut Selatan yang maha sakti itu. Keberhasilan Dewi Kilisuci juga tak luput dari bantuan seorang bibadari Dewi Nawangwulan yang konon ditloka kepulangannya ke khayangan karena kehidupannya telah tercemar karena mengawini manusia (Joko Tarub). Akhirnya peperangan, dengan tunduknya Kangjeng Ratu Kidul, terjadi satu keajaiban alam, tiga karakter sukma yakni suma manusia yang bisa moksa; Dewi Kilisuci, serta sukma dengan jasad Dewi Nawangwulan, serta sukma dan jasad “ether” Kangjeng Ratu Kidul “menyatu” dalam satu figur.

Figur tersebut kemudian bergelar Kangjeng Ratu Kenconosari, yang merupakan Ratu Laut Selatan pasca abad VIII. Dalam kurun perjalan hidupnya sang ratu tetap mewujudkan cita-citanya, yakni menjadi raja-raja Tanah Jawa sebagai suaminya dan tetap melindungi dan membantu bot-repot (kesulitan) raja kalau diminta.

Ini terjadi sejak Joko Susuruh menjadi raja pertama di Majapahit dengan Patihnya Arya Bangah. Perjalanan waktu secara turun temurun raja-raja keturunan Majapahit, hingga runtuh dan berlanjut ke Kerajaan Matarm yang diawali dengan Panembahan Senopati. Pertemuan Panembahan Senopati dengan Kangjeng Ratu Kenconosari dikisahkan dalam Babad yakni saat akan membangun Kerajaan Mataram, Panembahan Senopati bertapa di Pantai Selatan (Parang Tritis – Parang Kesumo, sekarang Yogya Selatan) dan secara gaib adalah gerbang menuju ke Kerajaan Laut Kidul.

Pertemuannya dilanjutan dengan berbagai bantuan hingga terwujudnya Keraton Mataram. Hubungan sumai istri antara raja-raja Mataram dengan Kangjeng Ratu Kenconosari berlanjut hingga Mataram dipecah menjadi dua yakni Kartasura dan Yogyakarta, dimana selanjutnya Kartasura dipindahkan ke Desa Sala yang selanjutnya menjadi Keraton Surokerto Hadiningrat.

Hanya sampai Raja Mataram Surokerto yang ke IX tetap berjalannya hubungan dengan Kangjeng Ratu Kenconosari dalam kapasitas sebagai suami istri. Karena sejak penguasa dipegang Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono ke X, status Kangjeng Ratu Kenconosari bukan sebagai istri raja melainkan sebagai “ibu”. Ini terjadi saat itu PB X sedang bercengkrama bersama Kangjeng Ratu Kenconosari, mendadak PB X terpeleset, dan terucaplah secara spontan kata-kata dari mulut Kangjeng Ratu: . . .anakku ngger. . . (anakku sayang). Sabdo pandito ratu tan keno wola-wali (sabda raja tidak bisa berubah-ubah) maka sejak saat itu, atas kehendak hyang widhi, PB X bukan lagi suami Kangjeng Ratu Kidul melainkah telah berubah menjadi “anak”, dan sejak itu PB X hingga turun temurun trah Mataram untuk memanggil Kangjeng Ratu Kidul Seperti : ibu ratu. Ini berlangsung hingga pemerintahan PB ke XI, PB k XII, dan PB XIII yang sekarang berkuasa sebagai penerus generasi Mataram.

Dalam Babad disebutkan silsilsah raja-raja Majapahit yang diawali Raden Joko Susuruh setelah meninggal digantikan putranya aang Prabu Anom. Sang Prabu Anom meninggal digantikan putranya Sang Adinigkung, selanjutnya dengan meninggalnya Sang Adiningkung digantikan putranya Yakni Prabu Hayam Wuruk. Dan menurun ke putra Hayam Wuruk yakni Prabu Lembu Amisani, dan putra Prabu Lembu Amisani menggantikan ayahnya bergelar Arya Bratanjung. Meninggalnya Arya Bratanjung digantikan putranya Raden Alit yang selanjutnya bergelar Prabu Brawijaya I, yang dibantu Maha Pati Gajah Mada.

Konon saat runtuhnya Kerajaan Majapahit saat diserang para wali, salah satu putra Brawijaya terakhir yakni Brawijaya V yang bernama Raden Lembu Peteng dalam pelariannya sampai ke Desa Tarub yang akhirnya diambil menantu oleh Kyai Tarub dijodohkan dengan dengan Dewi Nawangsih, putra Dewi Nawangsih. Dari Ki Ageng Tarub inilah selanjutnya menurunkan raja-raja Mataram yang diawali oleh Danang Senapati pendiri Mataram.

Selain sebagai “ibu” kawulo Mataram, Kangjeng Ratu Kenconosari juga bertindak sebagai pelindung kawulo Mataram yang bermikum di bagaian Selatan. Kemudian sebagai pelindung yang ada di bagian utara, adalah masih bagian dari Kerajaan Laut Selatan yakni rekan Kangjeng Ratu kenconosari yang menjadi raja berhala, dari ras dewa yang kena kutuk dan bermukim di Alas Krendhowahono sebagai pusat kerajaannya; benama Kangjeng Ratu Dewi Kalayuwati (Bethari Durga) sebagai pelindung yang berada di bagian timur yakni Kangjeng Sunan Lawu atau Brawijaya VII. Dan yang berada di bagian barat sebagai pelindung yakni Kangjeng Ratu Mas (Ratu Kencono) yang bermukim di Gunung Merapi.

5. Kesimpulan dan Relevansinya
Berdasarkan Pustaka Babad Tanah Jawi yang diperkuat dengan hasil investigasi peraga spiritual Keraton (narasumber), maka keberadaan kerajaan lelembut di Laut Selatan dengan ratiu wanita, Kangjeng Ratu Kenconosari atau secara latah disebut Kangjeng Ratu Kidul, atau Kangjeng Ratu Angin Angin, adalah merupakan realita yang benar-benar ada dan masih eksis hingga sekarang.

Apakah masih relevan di abad modern ini orang masih mempercayai adanya sosok Ratu Laut Selatan tersebut. Bahkan perlunya “menyegani” sampai-sampai ada orang yang rela memberikan berbagai sesaji untuknya.

Meyakini, masih perlu dan tetap relevan, karena adanya makhluk ciptaan Tuhan yang diciptakan dari api yang disebut bangsa makhluk halus, oleh agama pun yang tertui di kitab suci, mengajarkan untuk diyakini keberadaannya. Tida terkecuali keberadaan Kangjeng Ratu Kencorosari atau Kangjeng Ratu Kidul. Ritual-ritual yang dilaksanakan hingga sekarang, termasuk pemberian (mempersembahkan) seaji, karena itu secara lahiriyah adalah meneruskan tradisi yang telah turun temurun dilakukan, maka tetap saja relevan dalam koridor pelestarian budaya leluhur.

Secara spiritual, apapun pemberian manusia kepada penguasa Laut Selatan bagi yang tau menghargai jasa, beliau telah mengendalikan keganasan makhluk-makhluk halus bawahannya yang selalu mengincar dan mengganggu manusia, langkah baik dan biijak perlu dihargai dan kalau toh kita memberkan sesaji sebagai visualisasi “tali asih” atau ucapan terima kasih, sepertinya itu hal yang biasa kita lakukan kepada siapa saja. Karena bisa kita bayangkan kalau para lelembut tidak dikendalikan, maka kesewenang-wenangan dan keganasannya terhadap manusia akan berlebihan, sebagaimana telah terjadi saat Kangjeng Ratu Kidul belum menjadi Kangjeng Ratu Kenconosari yang merupakan tiga karakter sukma tersebut.

Kecuali kalau kita “menyembah” beliau dengan kapasitas menduakan Tuhan Yang Maha Kuasa, itu baru namanya bertentangan dengan iman dan agama, tetapi sepanjang hubungan manusia dengan beliau sebagai umat yang disegani, sepertinya mungkin tidak apa-apa dilakukan. Demikian semoga bermanfaat. Sumonggo. . . . (*)

Sumber: Misteri Edisi 580 Tahun 2014

Selasa, 16 September 2014

Doa Doa Pembangkit Aura

Doa Doa Pembangkit Aura Doa diyakini dapat memperbaiki aura seseorang yang asalnya negatif menjadi positif. Dengan kekuatab doa, seseorang memasrahkan dirinya pada pemilik kehidupan di seantero jagad ini. Pasrah diri, ikhlas dan sabar itulah yang membuat jiwa seseorang menjadi tenang. Maka terpancarlah aura yang positif dan cemerlang. Lalu doa apa sajakah yang bisa memperbaiki aura itu. Adakah doa-doa khusus yang harus dilafalkan? atau cukup datang pada seseorang yang mumpuni untuk meminta bantuan

______________________________



Doa Malaikat untuk Membangkitkan Aura dan Rezeki



Siapapun orangnya, tentu ingin tampil menarik dalam setiap kesempatan. Tak hanya di muka umum, di tempat-tempat pribadi pun manusia kerap berusaha tampil semenarik mungkin. Maka berbagai jenis pakaian dan aksesoris pun digunakan untuk untuk mendukung penampilannya itu agar tampak sempurna. Biasanya, kaum Hawa adalah orang yang paling peduli dengan penampilan itu. Tak heran jika wanita selalu berusaha mempersolek wajah dan tubuhnya agar nampak cantik setiap hari.

Wanita, makhluk Tuhan yang satu ini memang terlahir untuk tampil cantik menarik pada setiap saat. Tak seorang wanita pun yang ingin merusak penampilannya walau saat bangun tidur pun. Bahkan sebelum tidur pun kaum hawa yang terlahir untuk tampil cantik ini kerap bersolek, merias diri. Penampilan dan kecantikan adalah segalanya bagi setiap wanita.

Tapi apa jadinya jika segala upaya itu telah dilakukan tapi penampilan tetap saja tak menarik. Meski secar fisik banyak wanita yang memiliki tubuh yang ideal, dan wajah yang cantik, nyatanya tubuh yang ideal dan wajah yang yang cantik itu sama sekali tidak menarik perhatian orang lain, khususnya kaum Adam. Wajah yang seharusnya terlihat cantik itu malah tampak kusam, hitam tak bersinar atau putih tapi pucat pasi.

Doa Doa Pembangkit Aura Selidik punya selidik, hal itu ternyata diakibatkan oleh aura dalam diri orang tersebut yang tak bersinar. Aura negatif dalam diri orang itu cenderung mendominasinya. Aura memang sangat mempengaruhi penampilan seseorang. Bila aura seseorng tak bersinar, atau malah kusam dan gelap, penampilannya pun tak akan terlihat cantik dan menarik. Sebaliknya penampilan akan terlihat jelek, menjemukan atau bahkan menyeramkan.

Lalu bagaimana jika hal ini yang terjadi. Tentu saja upaya apapun secara fisik, untuk tampl cantik dan menarik tak akan berguna. Sebab aura sangat terkait dengan kondisi batin atau kejiwaan seseorang. Aura berada di dalam diri seseorang yang tak kasat mata. Tapi aura bisa mempengaruhi penampilan seseorang menjadi lebih cantik atau lebih buruk dari aslinya.

Berikut wawancara Eka Supriatna dengan Abah Haji dari Semarang tentang pengaruh aura dalam diri seseorang. Bagaimana seseorang bisa membangkitkan aura positifnya agar tampil cantik, menarik dan selalu diliputi keberuntungan.

Abah Haji, sebenarnya aura itu apa?

Tak ada definisi baku tentang aura, sebab banyak orang mendefinisikan aura sendiri-sendiri. Tapi semua orang yang bergelut dibidang aura sepakat bahwa aura adalah cahaya yang timbul dari medan magnit makhluk hidup (dalam hal ini manusia, red). Cahaya atau sinar itu menyelimuti seseorang ke mana pun ia pergi di mana pun ia berada.

Apakah aura seseorang bisa berubah-ubah?

Iya tentu saja, pancaran aura seseorang bisa berubah-ubah sesuai kondisi fisik dan fsikis orang bersangkutan. Bisa bersinar terang dan cemerlang, bisa pula redup dan kusam. Maka itulah aura seseorang bisa menjadi positif atau negatif.

Apakah aura itu bisa mempengaruhi penampilan seseorang?

Benar sekali, karena aura adalah cahaya yang timbul dari medan magnit seseorang, tentu saja akan berakibat pada penampilan orang itu secara fisik. Misalnya jika auranya cenderung negatif atau gelap kusam, ia akan berpenampilan jelek an tak menarik. Atau bisa juga manakala aura seseorang negatif maka orang tersebut sebenarnya sedang dalam kondisi sakit.

Begitupun sebaliknya, manakala aura eseorang terpancar cemerlang, ia akan tampil cantik atau tampak menarik dan disukai banyak orang. Secara fisik ia juga nampak sehat, segar bugar dan ceria. Tak hanya itu, karena manusia adalah makhluk sosial maka aura juga berkaitan dengan kehidupan sosial seseorang.

Misalnya jika ia adalah karyawan atau pengusaha dan ber-aura negatif, maka kariernya pun akan buruk, mandeg dan tak berkembang. Tapi jika auranya positif maka karier atau usahanya pun akan baik dan berkembang. Sebab sebagai makhluk sosial, setiap manusia akan berhubungan dan bergantung pada manusia lain. Manakala auranya negatif, orang lain pun akan memandangnya buruk. Alhasil karier, bisnis dan rezekinya pun akan buruk atau sulit. Begitulah kaitannya.

Doa Doa Pembangkit Aura Lalu adakah cara untuk memperbaiki aura negatif seseorang menjadi positif>

Tentu saja ada, seperti halnya penyakit tentu ada obatnya. Sebab Tuhan menciptakan segalanya saling berpasangan. Kita harus cari dulu apa masalahnya atau penyebab aura seseorang itu menjadi negatif. Karena penyebab aura yang negatif itu secara umum bisa terjadi karena dua hal, yaitu penyakit lahir dan penyakit batin. Kalau penyakit lahir mungkin kita semua sudah tahu dan maklum. Manakalaorang mengalami sakit fisik maka wajanya akan kusut, pucat, lemas, itulah ekspresi aura seseorang ketika sakit.

Yang agak sulit dicari penyebabnya adalah ketika seseorang mengalami sakit batin. Tapi secara umum, penyakit batin itu bisa disembuhkan dengan doa dan taubat. Sebab ketika batin seseorang sakit, pastilah ia pernah melakukan kesalahan atau sedang tertimpa musibah. Maka untuk memperbaiki kesalahan itu hanyalah taubat dan doa. Demikian pula dengan musibah, Tuhan tak akan menimpakan musibah pada seseorang atau sebuah kaum jika tak melakukan kesalahan.

Baik Abah Haji, secara spesifik, doa apa yang bisa memperbaiki aura seseorang?

Di tempat praktek saya di Semarang, ada teknik yang saya sebut Reparasi Aura. Ini adalah istilah untuk memperbaiki aura seseorang, dari yang negatif menjadi positif. Taknik ini sudah saya jalankan sejak beberapa tahun lalu. Tehnik ini adalah perpaduan doa-doa khusus, ritual dan tentunya perbaikan moral seseorang. Tapi mohon maaf saya tidak menjelaskan secara rinci, bagaimana ritual itu dijalankan. Yang pasti, apa yang saya lakukan ini tidak bertentangan dengan agama dan hukum Negara.

Doa yang bisa saya publikasikan di sini adalah sebagai berikut:

"Bismillahirrahmaanirrahim, akhin, dakhilin, ahilin, syamikhin, nurrin, samahusyin, ahujin, iyyaka na'budu wa iyyaka nastain, buduhin buduhin buduhin..."

Nukilan doa itu dibacakan pada orang atau tempat agar memiliki aura cemerlang. Jadi pembangkit aura positif ini juga sesungguhnya bisa diperuntukkan bagi tempat usaha, seperti toko, kantor, dan sebagainya.

Bisa dijelaskan sebenarnya doa itu dari mana?

Doa ini sebenarnya bahasa malaikat, khususnya malaikat penjaga bulan, matahari, agar atas izin Allah SWT, orang atau tempat yang dibacakan doa tersebut memiliki auura yang cemerlang untuk segala fungsi. Sebenarnya ada beberapa doa yang saya kuasai untuk membuka aura dan mendapatkan aura yang cemerlang, tapi tidak mungkin saya pubilkasikan di sini. Saya khawatir jika dibaca orang yang tidak memiliki ilmu yang cukup, malah akan menadi masalah baginya.

Apakah doa malaikat itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang tertentu?

Tidak, doa itu bisa dibaca untuk siapa saja, bahkan doa itu juga bisa digunakan untuk tempat usaha, kantor, toko atau hotel yang apes lantaran ada makhluk gaibnya. Atau tempat-tempat usaha yang pernah dijahili orang lain atau sengaja ada yang mengirim santet hingga auranya buruk, negatif dan tidak menghasilkan untung.

Apakah ritual atau pengerjaannya sama?

Secara umum ritualnya memang sama. Tapi untuk tempat usaha ada sedikit perbedaan. Biasanya saya akan menanamkan sejenis piranti berbentuk plat besi atau baja. Ini fungsinya untuk menangkal jika ada kekuatan jahat yang hendak berbuat jahil. Maklumlah seperti yang sama-sama kita ketahui, jika ada orang sirik atau dendam biasanya akan dilampiaskan pada tempat usaha agar sasarannya bangkrut.

Adakah doa lain yang bisa dibacakan oleh orang awam?

Saya rasa agak sulit untuk hal itu, sebab doa-doa yang saya kuasai hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang memiliki keilmuan cukup. Saya mempunyai banyak bahasa malaikat sebagai sarana membuka dan menarik aura dari alam untuk difungsikan sebagai pemenuhan hajad pasien-pasien saya. Tapi kalau untuk dibacakan oleh orang umum sepertinya agak sulit dilakukan.

Tapi bagaimana jika seseorang ingin membangkitkan aura. Misalnya orang tersebut auranya negatif agar menjadi lebih baik. Bisakah mereka mendapatkan bantuan Abah Haji atau mempelajarinya sendiri?

Iya tentu saja bisa. Sejatinya setiap ilmu kan untuk dipelajari dan dimanfaatkan demi kebaikan. Jika ada orang yang ingin memiliki aura tubuh yang cemerlang bisa datang ke tempat praktek saya dan menjalankan Reparasi Aura. Atau bila ada yang ingin mempelajari ilmunya juga bisa datang langsung. Saya akan melihat apakah orang tersebut memiliki kemampuan untuk menguasainya. (*)

Totok Aura sebagai Daya Tarik dan Pembuka Rezeki



Totok Aura sebagai Daya Tarik dan Pembuka Rezeki Oleh: Ilham

Mempunyai aura tubuh yang bersinar tentu menjadi dambaan setiap orang. Sebab, kita berharap orang yang memandang akan merasa lebih senang dengan kita. Ujung-ujungnya berharap segala urusan jadi lancar, rezeki pun datang melimpah

______________________________



Untuk membuka aura wajah maupun tubuh yang positif serta memancarkan snar positif, banyak orang menggunakan berbagai cara. Di antaranya seperti melakukan terapi buka aura, merutinkan amalan-amalan dzikir maupun do'a, membangun kepercayaan diri dan berbagai cara lainnya. Namun intinya niat baik, sikap, pola pikir dan perbuatan positif akan membuka dan memancarkan aura positif itu sendiri.

Menurut beberapa sumber, aura merupakan pancaran cahaya atau medan energi yang mengelilingi makhluk hidup, baik itu manusia, hewan, tumbuhan atau makhluk lainnya, dengan bentuk berupa radiasi berbagai warna yang halus serta dapat dilihat dengan kamera khusus meupun mata terlatih.

Namun ada pula yang mendefinisikan aura sebagai pancaran daya positif yang mengeluarkan sinar dalam tubuh manusia dan menimbulkan kharisma. Aura adalah misteri halus yang tidak bisa dideteksi dengan peralatan atau teknologi, akan tetapi aura bisa dilihat dari perilaku manusia itu sendiridan tidak bisa dibuat-buat.

Ki Anom, spiritual spesialis Totok Aura Kharisma Ibunda Ratu Roro Kidul, yang juga dapat memecahkan problem-problem lainnya dalam kehidupan manusia, dalam terapi totok wajah ia selalu melakukannya dengan do'a-do'a khusus agar aura wajah bisa keluar terpancar dan memberi efek positif bagi pemiliknya. Totok Aura Kharisma Ibunda Ratu Roro Kidul hasil olah Ki Anom, tidak saja dikhususkan bagi wanita, para pria pun bisa melakukan totok aura, walaupun namanya identik dengan kecantikan wajah Ibunda Ratu Roro Kidul, dan cara pengerjaannya pun sama dengan cara pengerjaan bagi pasien wanita.

Totok Aura Ki Anom, seperti yang telah dipaparkan di atas, adalah untuk membuang segala efek dari pancaran wajah negatif menjadi positif. Sehingga orang-orang yang berhubungan dengan kita ketika menatap wajah kita akan merasa senang. Untuk hubungan bisnis akan menjadikan orang yang telah ditotok wajanya, terasa akan begitu mudahdan Insya Allah lancar.

Terapi totok wajah yang dilakukan Ki Anom hanya menggunakan media daun sirih, pelembab wajah dan minyak wangi melati non alkohol. Awal pengerjaan totok ala Ki Anom, pertama-tama pasien diperilahkan mandi air bunga tujuh rupa yang telah dibacakan amalan-amalan dan do'a pembuka aura. Selesai mandi baru pasien ditotok wajahnya, dengan cara diurut seperti massage layaknya di salon-salon kecantikan dan perawatan wajah. Hanya saja setiap urutan yang dilakukan Ki Anom selalu disertai dengan bacaan-bacaan untuk pembuka aura lebih sempurna.

Untuk hasil sempurna, totok wajah sebaiknya dilakukan tiga tahap dengan tenggang waktu satu bulan pada setiap tahapnya. Atau bisa juga langsung ke tahap tiga, bagi mereka yang tinggal jauh dari tempat praktek Ki Anom yang saat ini masih berdomisili di Depok, semisal mereka yang dari luar daerah.

Karena memang banyak pasien yang datang dari luar kota ingin melakukan terapi totok aura, tapi merasa kerepotan jika harus melakukannya dengan cara tiga tahap atau tiga kali balik, walaupun dengan jeda satu bulan sekali. Maka itu Ki Anom pun bisa dan bersedia memberikan terapi untuk langsung ke level tiga, atau sempurna.

Kita semua mempunyai keinginan yang sama dalam hisup ini yakni ingin mencapai keberhasilan, selalu beruntung, serta selalu berlimpah rezeki. Yang menjadi permasalahan adalah bahwa keberhasilan itu merupakan suatu yang tidak mudah untuk didapatkan oleh semua orang. Bahkan banyak yang menganggap bahwa keberhasilan dan kesuksesan itu sulit untuk dicapai walaupun sudah bekerja keras.

Dampak positif yang dapat Anda rasakan dari buka aura yang dilakukan Ki Anom adalah Anda akan terlihat lebih mempesona, berkharisma seperti Ibunda Ratu Roro Kidul, disukai dan disayangi banyak orang. Sukses dan rezeki pun akan datang berlimpah.

Bagi Anda yang menginginkan kehidupan selalu berlimpah rezeki dan sukses dalam segala bidang usaha yang Anda kerjakan, tidak ada salahnya jika Anda mencoba terapi totok dari Ki Anom, siapa tahu jodoh. (*)

Doa dan Mantra untuk Bangkitkan Aura Positif



Doa dan Mantra untuk Bangkitkan Aura Positif Oleh: Eka Supriatna

Ritual ini menggunakan kekuatan doa dan mantera. Dua mantra ini berfungsi untuk memanggil kekuatan makhluk halus dan pembersih lahir batin

______________________________



Aura, dipercaya banyak orang sebagai sebuah sinar atau cahaya yang menyelimuti tubuh seseorang. Cahaya itu keluar dari medan magnit tubuh seseorang yang memiliki dua unsur, positif dan negatif. Jika cahaya yang keluar dari tubuh seseorang itu memiliki dominasi positif, maka aura yang keluar akan cemerlang. Begitu pun sebaliknya, jika cahaya yang keluar dari tubuh orang itu dominan negatif, maka aura orang tersebut akan buram dan tak sedap dipandang mata.

Selain berpengaruh terhadap penampilan fisik seseorang, aura negatif juga akan berpengaruh pada sisi sosial orang bersangkutan. Yah, karena secara fisik orang yang auranya negatif akan terlihat kusam dan tidak menyenangkan, maka ia akan sulit bersosialisasi. Dalam hal usaha, bisnis atau pekerjaan pun akan banyak mengalami kendala. Sebab ia akan terlihat seprti orang jahat atau orang yang sulit dipercaya.

Lalu bagaimana caranya agar aura seseorang bisa diperbaiki, dari negatif menjadi positif. Tentu saja dengan maksud agar memiliki penampilan yang lebih baik. Bagi wanita agar bisa tampil lebih cantik, menarik dan mendapatkan jodoh yang baik, rumah tangga yang sakinah, mawaddah warrahmah. Sealin itu juga untuk mengatasi masalah kerezekian atau uaha yang seret.

Dipercaya atau tidak, faktanya aura juga mempengaruhi keberadaan sebuah bangunan, rumah, toko, kantor, atau tempay usaha lainnya. Sebab sebuah bangunan yang dihuni oleh banyak orang, juga akan memancarkan aura tersendiri. Misalnya di bangunan itu pernah digunakan orang untuk bunuh diri, mesum atau ada penghuni gaibnya, maka auranya pun akan gelap. Dan semua itu bisa diperbaiki dengan mengubah aura negatif itu menjadi positif.

Lima belas tahun lalu, penulis pernah mendatangi orang tua di Binuangeun, Banten Selatan. Orang tua yang tinggal di Binuangeun itu bernama Abah Mudi, ia terkenal sebagai seorang jawara dan dukun yang memiliki ilmu kadigjayaan cukup tinggi. Berbagai ilmu gaib ia kuasai sejak ia masih muda. Di rumahnya yang selalu ramai oleh anak buahnya itu, Abah Mudi tinggal bersama seorang anaknya yang bernama Samtani. Sayang Abah Mudi meninggal sekitar 6 tahun lalu karena usianya yang sudah udzur. Kepada penulis, Abah Mudi menceritakan bahwa ilmu yang digunakannya untuk meruwat seseorang agar auranya bersinar cemerlang. Menurutnya, aura yang cemerlang itu memiliki daya pikat sebagai pelet, asihan dan pengeretan. Hal ini jika digunakan untuk wanita tentunya. Tapi jika digunakan oleh kaum pria, maka lelaki itu akan nampak tampan dan berwibawa.

Ilmu yang diceritakan Abah Mudi itu adalah sebuah ritual kungkum, mandi di muara sungai Binuangeun yang letaknya tak begitu jauh dari rumah abah. Prosesi itu tentu saja tak hanya sekedar mandi, berbagai ubo rampe dipersiapkan sebelum kungkum dilakukan. Sesajian berupa kembang setaman, kemenyan dan sebagainya juga sudah dipersiapkan sebelumnya di rumah Abah Mudi.

Yang paling penting dari ritual ituadalah doa dan mantra yang dibacakan saat ritual kungkum digelar. Menurut Abah Mudi, doa dan mantra itu ia dapatkan turun temurun dari nenek moyangnya yang asli orang Banten. Dua bait mantera yang dibacakan saat ritual digelar itu memiliki fungsi masing-masing. Mantra pertama berfungsi untuk meminta kekuatan gaib dari dhayang setempat agar memberi kekuatan pada orang yang akan dibersihkan auranya.

Kemudian mantra kedua berfungsi untuk membersihkan lahir dan batin orang yang akan melakukan kungkum itu. Mantera kedua itu memiliki kekauatan dari unsur air. Dengan kekuatan air itulah aura negatif atau gelap yang menyelimuti tubuh seseorang akan dibersihkan, dibuang atau dilarung.

Kemudian untuk bangunan, rumah, toko, kantor, prosesi kungkum ini bisa dilakukan dengan cara menyiramkan air di bangunan tersebut. Tentu saja sebelumnya air itu sudah melalui prosesritual dengan doa dan mantera. Hal ini dilakukan agar bangunan tersebut bisa memberi aura positif pada penghuni bangunan itu. Tujuan utamanya adalah agar rezeki pemilik bangunan itu bisa lebih baik dan lancar.

Ada pun tentang doa dan mantera yang diberikan Abah Mudi pada penulis, dengan wanti-wanti Abah melarang penulis untuk mempublikasikannya. Jika pun harus dipublikasikan paling bisa hanya sepotong saja, tidak boleh ditulis lengkap. Hal ini dilakukan agar tidak dibacakan atau diritualkan sembarangan. Sebab dua mantera itu memiliki kekuatan khodam yang sangat kuat. Jika ritualnya salah, atau ubo rampenya tidak lengkap, bukan tidak mungkin khodamnya akan marah.

Meski begitu, penulis sudah membuktikan pada beberapa orang yang melakukan ritual mandi kungkum ini, mereka sukses menggapai cita-citanya. Dua kekuatan mantera dan doa itu bisa memberi kekuatan gaib pada pelaku kungkum. Mereka bisa tampil lebih cantik, menarik dan berwibawa. Dalam hal bisnis pun mereka bisa sukses dibanding masing-masing. (*)

Sumber: Misteri Edisi 588 Tahun 2014

Selasa, 26 Agustus 2014

Terawangan dan Kasyaf

Terawang dan Kasyaf

Oleh: Ismatullah



Ada sebuah tabir antara yang tampak dengan yang tidak tampak. Seandainya tabir itu terbuka, maka akan terlihatlah segala yang tersembunyi. Pintu tabir ini disebut kasyaf, yang merupakan pintu penghubung antara alam sadar dan alam bawah sadar.

_______________________________



Melalui pintu tabir itulah yang akan menuntun orang untuk memahami alam yang ada di luar dirinya seperti alam gaib yang menyimpan begitu banyak misteri yang hanya dengan Ilmu Allah SWT saja yang akan terbuka rahasianya.

Orang yang telah terbuka pintu kasyaf-nya akan diberi kemudahan untuk merasakan, membaca dan melihat segala sesuatu yang akan terjadi ataupun berada di luar kemampuan indera fisknya.

Bila kita telah lebih jauh, sebenarnya pintu kasyaf merupakan pintu yang diperuntukkan bagi orang yang berhati suci. Oleh karena itu, kesucian hati menjadi mutlak sebelum membuka pintu kasyaf. Agar terbuka pintu kasyaf tentunya dilakukan dengan merujuk kepada syariat agama.

Misalkan dengan beribadah secara benar sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Orang-orang yang telah terbuka pintu kasyaf-nya akan memiliki begitu banyak kelebihan. Tetapi kelebihan ini sangat berbeda dengan apa yang disebut kemampuan terawangan.

Beberapa kemampuan terawangan diantaranya adalah mampu membaca apa yang telah, sedang dan akan terjadi. Mampu melakukan teropong gaib dari jarak yang tak terbatas, mampu membaca isi hati orang lain, mampu melihat keadaan musuh di kejauhan, mampu melihat keadaan orang yang kita cintai di manapun berada, menangkap getar-getar dari alam gaib, melihat makhluk dari dimensi lain dan sebagainya yang bermuara pada ketajaman alam bawah sadar.

Konon melalui terawangan ini juga dapat melihat kekuatan gaib atau energi yang ada pada benda, pusaka dan lain-lain. Di zaman modern ini, banyak orang yang ingn menguasai ilmu terawangan. Banyak pula dari kalangan atas hingga bawah yang berduyun duyun mendatangi "oang pintar" yang tujuannya mempelajari ilmu terawangan. Tetapi tanpa kita sadari, semua perburuan mendapatkan ilmu terawangan kadang malah dimanfaatkan oleh oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.

Oknum semacam ini biasanya mengaku menguasai sejumlah amalan ilmu terawangan untuk menembus alam gaib dan mampu membari pelajaran ilmunya itu kepada siapapun, asalkan dengan imbalan tertentu. Padahal, mereka yang hanya mengaku-ngaku itu belum tentu juga pernah melihat alam gaib. Inilah yang mengakibatkan kita dapat dirugikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab semacam ini.

Terawangan
Banyak yang mengira ilmu terawangan ini adalah pembuka pintu kasyaf. Padahal itu sesuatu yang berbeda. Terawangan dan kasyaf adalah dua hal berbeda. Terawngan dalam konteks membaca isi hati orang, meneropong tempat yang jauh, merasakan getaran energi pusaka, melihat makhluk gaib, melihat musuh dari kejauhan dan lain-lain, tidaklah dapat disebut bagian dari kasyaf.

Kemampuan terawangan smacam itu lebih bersifat menyelidiki atau layaknya intelejen yang sedang memata-matai sesuatu. Tujuannya bisa bermacam-macam. Sedangkan kasyaf lebih merupakan kemampuan yang memang anugerah dari Tuhan untuk tujuan peningkatan kualitas ibadahnya. Terawangan jelas sesuatu yang tidak penting untuk dipelajari, itulah sebabnya, saking tidak pentingnya ilmu terawangan, maka Rasulullah SAW tidak pernah mengajarkannya.

Dalam setiap peperangan, baik di zaman dulu hingga kini, operasi intelejen selalu dilibatkan dalam mendukung kesuksesan sebuah pertempuran. Diantara tujuan opersi intelejen ini adalah membaca kekuatan dan pergerakan pasukan lawan. Sehingga apabila kekuatan lawan sudah terbaca tinggal mengambil tindakan antisipasi yang tepat untuk menghadapinya. Misalnya dengan menyusupkan mata-mata atauu agen rahasialangsung ke dalam pasukan musuh. Umumnya agen yang disusupkan itu sudah sangat terlatih hingga tidak seorangpun dari pihak lawan yang mengetahui identitas yang sebenarnya.

Ketika pertempuran berkecamuk diantar kedua belah pihak yang saling berperang, maka informasi intelejen sangat ditunggu oleh setiap komandan pasukan perang masing-masing sebelum akhirnya membuat keputusan apa tidakan yang tepat untuk dilakukan.

Contoh di atas menunjukkan bahwa seandainya terawangan itu memang penting, maka tentu melatih orang-orang untuk memiliki kemampuan terawangan jauh lebih penting dibandingkan melatih orang untuk menjadi intelejen. Namun kenyataannya menunjukkan bahwa dari zaman dulu hingga sekarang ini, metode melatih agen intelejen masih digunakan dibandingkan melatih terawangan secara gaib.

Pada zaman Rasulullah SAW terdapat sebuah kisah mengenai agen intelejen. Diriwayatkan dari Abu Huraira RA berkata; "Rasulullah SAW mengutus 10 mata-mata yang dipimpin Ashim bin Tsabit al-Ashari kakek Ashim bin al-Khaththab. Ketika mereka tiba di daerah Huddah antara Asafan dan Makkah mereka berhenti di sebuah Kampung Suku Hudhail yang biasa disebut Bani Luhayan.

Kemudian Bani Luhayan mengirim sekitar 100 orang ahli panah untuk mengejar para mata-mata Rasulullah SAW. Mereka berhasil menemukan sisa makanan berupa biji kurma yang mereka makan di tempat istirahat itu. Mereka berkata, "ini adalah biji kurma Madinah, kita harus mengikuti jejak mereka."

Ashim merasa rombongannya diikuti Bani Luhayan, kemudian mereka berlindung di sebuah kebun. Bani Luhayan berkata; "Turun dan menyerahlah, kami akan membuat perjanjian dan tidak akan membunuh salah seorang di antara kalian." Ashim bin Tsabit berkata; "Aku tidak akan menyerahkan diri pada orang kafir." Lalu memanjatkan doa; "Ya Allah, beritakan kondisi kami kepada Nabi-Mu shallallahu'alaihi wa salam."

Rombongan Bani Luhayan melempari utusan Rasulullah SAW dengan tombak, sehingga Ashim pun terbunuh. Utusan Rasulullah SAW tinggal tiga orang, mereka setuju untuk membuat perjanjian. Mereka itu adalah Hubaib, Zaid bin Dasnah dan seorang laki-laki yang kemudian ditombak pula setelah mengikatnya. Laki-laki yang ketiga itu berkata; "Ini adalah pengkhianatan yang pertama. Demi Allah, aku tidak akan berkompromi kepadamu karena aku telah memiliki teladan (sahabat-sahabatku yang terbunuh)."

Kemudian rombongan Bani Hudhail membawa pergi Hubaib dan Zaid bin Dasnah, mereka berdua dijual. Ini terjadi setelah peperangan Badar. Adalah Bani al-Harits bin Amr bin Nufail yang membeli Hubaib. Karena Hubaib adalah orang yang membunuh Harits bin Amir pada peperangan Badar. Kini Hubaib menjadi tawanan Bani al-Harits yang telah sepakat untuk membunuhnya.

Pada suatu hari Hubaib meminjam pisau silet dari salah seorang anak perempuan al-Harits untuk mencukur kumisnya. Perempuan itu meminjamkannya. Tiba-tiba anak laki-laki perempuan itu mendekati Hubaib bhkan duduk dipangkuannya tanpa sepengetahuan ibunya. Sementara tangan kanan Hubaib memegang silet. Wanita itu berkata; "Aku sangat kaget." Hubaib pun mengetahui yang kualami. Hubaib berkata; "Apakah kamu khawatir aku akan membunuh anakmu? Aku tidak mungkin membunuhnya."

Wanita itu berkata; "Demi Allah aku tidak pernah melihat tawanan sebaik Hubaib. Dan demi Allah pada suatu hari, aku melihat Hubaib makan setangkai anggur dari tangannya padahal kedua tangannya dibelenggu dengan besi, sementara di Makkah sedang tidak musim buah. Sungguh itu merupakan rezeki yang dianugerahkan Allah kepada Hubaib.

Ketika Bani al-Harits membawa Hubaib keluar dari tanah haram untuk membunuhnya. Hubaib berkata; "Berilah aku kesempatanuntuk mengerjakan shalat dua rekaat." mereka mengizinkan shalat dua rekaat. Hubaib berkata; "Demi Allah, sekiranya kalian tidak menuduhku berputus asa pasti aku menambah shalatku."

Lalu Hubaib memanjatkan doa; "Ya Allah susutkanlah jumlah bilangan mereka, musnahkanlah mereka, sehingga tidak ada seorang pun dari keturunannya yang hidup," lalu mengucapkan syair: Mati bagiku bukan masalah, selama aku mati dalam keadaan Islam. Dengan cara apa saja Allah tempat kembaliku. Semua itu aku kurbankan demi Engkau. Ya Allah Jika Engkau berkenan, berkahilah aku berda dalam tembolok burung karena lukaku (syahid).

Lalu Abu Sirwa'ah Uqbah bin Harits tampil untuk membunuh Hubaib. Hubaib adalah orang Islam pertama yang dibunuh dan sebelum dibunuh melakukan shalat.

Nabi Muhammad SAW memberitahu para sahabat pada hari disiksanya Hubaib, bahwa kaum Quraisy mengutus beberapa orang untuk mencari bukti bahwa Ashim bin Tsabit telah terbunuh dalam peristiwa itu, mereka mencri potongan tubuh Ashim.

Karena Ashim adalah yang membunuh salah seoang pembesar Quraisy . Tetapi Allah melindngi jenazah Ashim dengan mengirim sejenis sekawanan lebah yang melindungi jenazah Ashim, sehingga orang-orang itu tidak berhasil memotong bagian tubuh jenazah Ashim sedikit pun." (HR. Al Bukhari dan Abu Dawud)

Kisah di atas menunjukkan bahwa Rasulullah SAW melatih sahabat-sahabatnya ilmu intelejen atau menyelidiki kekuatan musuh dan bukan melatih sahabat-sahabatnya ilmu terawangan agar dapat menerawang kekuatan musuh. Semoga kisah di atas menjadi ibroh atau pelajaran bahwa ilmu terawangan itu hanya tipu daya syetan belaka.

Kasyaf
Apa sesungghnya kasyaf itu? Kisah di bawah ini memberikan gambaran seputar kasyaf. Dalam sebuah riwayat dijelaskan, Imam Bukhari meriwayatkan dari Usaid bin Hudhair, ketika ia membaca surah Al-Baqarah di malam hari, sementara kudanya ditambatkan di sampingnya tiba-tiba kudanya meronta-ronta. Ia menenangkan kudanya hingga tenang lalu melanjutkan bacaannya lagi, kembali kudanya meronta-ronta kemudian kembali menenangkan lagi. Kejadian ini berulang tiga kali. Ia juga memperingatkan anaknya bernama Yahya agar menjauhi kudanya agar tidak disakiti.

Usaid menengadah langit dan disaksikan ada naungan yang di dalamnya terdapat pelita besar. Ketika pagi tiba, ia melaporkan kejadian ini kepada Nabi SAW. Nabi SAW berkata bacalah terus (Al-Qur'an itu) wahai Usaid, diulangi tiga kali. Aku juga menengok ke langit ternyata aku juga menemukan hal yang sama. Nabi SAW memberikan komentar; "itu adalah para malaikat yang mendekati suaramu. Seandainya kamu terus membaca (Al-Qur'an) keesokan paginya manusia akan melihat para malaikat yang tidak lagi menyembunyikan wujudnya dari mereka."

Ketiga hadits shahih di atas mengisyaratkan adanya penyingkapan (kasyaf), yaitu kemampuan seseorang untuk melihat atau menyaksikan sesuatu yang bersifat gaib, seperti melihat, mendengar, atau merasakan adanya suasana gaib.

Apa yang disaksikan itu berada di luar kemampuan dan jangkauan akal pikiran manusia normal. Kasyaf tidak hanya terjadi pada diri seorang Nabi atau Rasul yang dibekali dengan mukjizat, tetapi manusia biasa yang mencapai maqam spiritual tertentu juga bisa menyaksikannya, walaupun sudah barang tentu , kapasitas kasyaf tersebut berbeda dengan penyaksian yang dialami oleh para Nabi atau Rasul.

Sumber: Misteri Edisi 584, Tahun 2014

Minggu, 10 Agustus 2014

Rahasia Membuka Pintu Gaib

Rahasia Membuka Pintu Gaib

Pernah mengalami deja vu? Ya, banyak dari kita yang merasa pernah melihat atau mengalami suatu peristiwa di masa lampau, hadir kembali. Kita lantas bertanya-tanya, kapan kita pernah melihat atau mengalami peristiwa itu. Sebagian dari kita kemudian pecrcaya, deja vu adalah bukti adanya reinkarnasi. Peristiwa yang seolah pernah dilihat atau dialaminya itu, menurut teori reinkarnasi, sebenarnya benar-benar telah dialami atau dilihat pada kehidupan sebelumnya bebarapa ratus tahun lampau. Tapi ada kelemahan dari teori tersebut karena jika hal itu terkait dengan tabrakan mobil misalnya, jelas jaman dulu atau pada kehidupan sebelumnya, belum ada mobil.

Pendekatan yang lebih tepat justru dari sisi gaib. Bahwa ada dunia lain di luar dunia yang kita lihat saat ini sudah sejak dulu diyakini oleh umat manusia dari golongan apapun. Selain dunia sebelum kelahiran dan sesudah kematian, teks-teks kuno baik yang bersandar pada jejak manusia pra agama sampai berdirinya agama-agama samawi --agama yang mengakui ke-Esaan Tuhan, sudah menuliskan adanya dunia lain di luar dunia fisik yang kita lihat dan rasakan, yakni dunia gaib.

Nah, dunia gaib memiliki pintu-pintu yang bisa dimasuki manusia. Sebagian percaya pintu gaib di tempat-tempat yang dianggap keramat seperti kuburan, hutan, gunung atau goa. Namun dari beberapa peristiwa yang terjadi, menguatkan dugaan, pintu gaib tidak selalu berada di tempat-tempat keramat, minimal tempat yang belum diketahui keramat oleh manusia seperti dalam kasus masuknya bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura dan truk beton Jaya Mix ke kawasan hutan Jati Gedongan di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora beberapa waktu lalu.

untuk membuka pintu gaib diperlukan kemampuan supramistik. Hanya orang-orang dengan ilmu linuwih yang bisa mengetahui pintu gaib dan masuk ke dunia itu. Namun jika beruntung, Anda pun bisa masuk ke sana. Pahami dulu ciri-ciri adanya pintu gaib dan apa yang harus Anda lakuan setelah berada di dalamnya. (*)

Pintu Gaib



Ada dunia lain di luar dunia yang kita lihat saat ini sudah sejak dulu diyakini oleh umat manusia dari golongan apapun. Selain dunia sebelum kelahiran dan sesudah kematian, teks-teks kuno baik yang bersandar pada jejak manusia pra agama sampai berdirinya agama-agama besarsudah meuliskan adanya dunia lain di luar dunia fisik yang kita lihat dan rasakan, yakni dunia gaib. Upaya untuk menyingkap dunia gaib tersebut pun sudah dilakukan sejak dulu. Sebagian dari mereka ada yang mengaku bisa memasuki dunia gaib dan berhubungan dengan makhluk di dalamnya.

Dengan kontruksi seperti itu maka kita tidak perlu lagi terjebak pada pertanyaan ada atau tidaknya dunia gaib. Sebab keberadaan alam gaib adalah sebuah kenscayaan. Bahkan pada hakikatnya, tanpa disadari, semua orang pernah memasuki alam gaib. Sebagai contoh yang yang paling mudah adalah deja vu. Peristiwa ini hanya mungkin terjadi nakala seseorang pernah memasui alam gaib dan melihat suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau.

Lalu dimanakah letak dunia gaib itu? Dunia gaib ada di sekitar diri kita. Sebab dunia gaib seluas dunia nyata juga. Hanya saja untuk bisa masu ke sana diperlukan metode khusus. Nah, disitu letak persoalannya. Sebab, ibarat hendak masuk ke sebuah goa atau lorong, terlebih dulu kita mengetahui letak pintunya. Jika kita sudah mengetahui pintnya, maka dengan mudah kita bisa keluar-masuk ke alam gaib dan berinteraksi dengan para penghuninya.

Untuk menemukan pintu gaib, dibutuhkan kaahlian khusus. Sebab diyakini, pintu gaib ada di suatu tempat tertentu yang yang tidak sembarangan orang bisa mengetahuinya. Bisa di tempat-tempat keramat seperti makam, gunung, pantai dan lain sebagainya. Namun ada juga yang berada di tengah keramaian, di sekitar kita. Itu sebabnya, manusia kadang tanpa sadar masuk ke dalam dunia gaib manakala dia berada di pintu gaib yang tengah terbuka. Peristiwa bus yang masuk ke hutan seperti yang terjadi di Indramayu, hanyalah salah satu bukti bahwa pintu gaib tidak selalu berada di kuburan atau tempat keramat. Atau bisa jadi, manusia belum mengetahui bahwa tempat itu keramat karena dulunya menjadi petilasan atau bahkan makam manusia linuwih.

Jika kita sudah menemukan pintu gaib, tentu kita tidak serta merta dapat masuk ke alam sana, keculai ketika pintunya terbuka. Namun bagi mereka yang memiliki ilmu, bisa menggunakan mantra-mantra atau pusaka tertentu untuk membukanya. Metodenya adalah, kita memanggil penghuni gaib. Pada saat yang kita penggil keluar sehingga pintu terbuka, maka kita pun masuk. Cara-cara seperti itu sudah banyak dilakukan. Biasanya terkait pesugihan atau perkawinan antara manusia dengan bangsa gaib.

Kini tata cara untuk masuk ke alam gaib, tidak melulu melalui mantra. Manusia modern sudah banyak melakukan riset untuk menemukan pintu gaib. Tentu mereka tidak sedang berburu harta karun, namun lebih pada pengembangan ilmu pengetahuan. Sebab saint Barat pun mengakui adanya kegaiban di luar dunia nyata yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Ilmuan Barat terus mengembang teori dan pengetahuan untuk memecahkan hal tersebut. (*)

Pintu Gaib Ada Di Mana-Mana



Sudah banyak ilmu pengetahuan yang dikuasai manusia untuk manaklukkan tantangan kehidupan. Manusia sudah mampu menaklukkan burung dengan terciptanya pesawat terbang sehingga manusia bisa terbang ke mana-mana. Manusia juga sudah mengalahkan ikan, dengan tercptanya kapal selam sehingga manusia bisa hidup di dalam air hingga berhari-hari, bahkan berbulan-bulan.

Namun ada suatu dunia yang hingga saat ini belum bisa ditaklukkan manusia yakni dunia gaib. Dunia itu masih merupakan misteri; antara ada dan tiada. Bagi manusia yang beriman, tentunya percaya adanya kegaiban tersebut. Namun bagi sebagian yang lannya, dunia gaib tak lebih dari igauan alias tahayul. Bahkan adfa yang beranggapan dunia gaib hanyalah rekayasa manusia untuk menyembunyikan ketidakmampuannya. Artinya hal-hal gaib hanyalah bentuk pelarian manusia untuk menghindari kenyataan yang ada.

"Padahal dalam dunia gaib juga ada kehidupan layaknya di dunia nyata. Para penghuni dunia gaib juga membentuk komunitas. Mereka tinggal di tempat-tempat tertentu yang hanya bisa diketahui oleh orang yang berilmu," ujar Aziz Hidayatullah, pakar supramistik.

Mantan pemburu hantu yang sudah menjelajah ke banyak tempat keramat itu juga menuturkan sangat mudah untuk menemukan pintu gaib sebagai jalan menuju dunia gaib. Sebab pintu gaib tidak hanya ada di tempat-tempat keramat. Bahkan di tengah perkotaan pun ada pintu gaib. Berikut petikan wawancara Yon Bayu Wahyono dengan Aziz Hidayatullah yang juga Ketua Ketabiban Pakar Nusa:

Apa alam gaib itu?

Banyak orang menafsirkan, mendefinisikan alam gaib berdasarkan pengetahuan dan kalimatnya masing-masing. Tapi secara umum alam gaib dapat didefinisikan sebagai alam yang kasat mata. Ia ada dan hidup berdampingan dengan alam nyata manusia dan sebagian punya wilayah tersendiri jauh dari wilayah komunitas manusia.

Alam gaib adalah alam tempat tinggal makhluk halus yang juga ciptaan Tuhan, seperti malaikat, ruh, jin siluman dan sebangsanya. Alam gaib juga dihuni di antaranya oleh roh-roh gentayangan atau yang tersesat. Seperti kita ketahui, Rukun Iman Ummat Muslim juga mewajibkan ummatnya untuk percaya pada hal-hal gaib.

Benarkah kita bisa masuk ke dalam alam gaib jika bisa menemukan pintunya?

Ya tentu saja bisa. Banyak sejarah membuktikan manusia bisa masuk ke alam gaib. Entah itu masuk dengan sengaja atau tanpa sengaja, tersesat. Yang pasti manusia bisa masuk ke alam gaib. Dan tentu saja harus melalui pintunya.

Apa syarat untuk membuka pintu alam gaib?

Yah itulah masalahnya. Semua tempat atau pintu alam gaib itu memilik cara dan syarat sendiri-sendiri. Seperti juga budaya manusia di alam nyata ini. Misalnya ketika kita hendak masuk alam gaib Pantai Selatan ke Kerajaan Ibu Ratu Kidul, biasanya dia akan membuat persyaratan sendiri jika manusia hendak masuk ke alamnya itu.

Penguasa gaib Pantai Selatan itu akan meminta syarat berbagai jenis ubo rampe, sesajian dan tentu saja sejumlah mantra atau ajian yang harus dikuasai oleh manusia yang hendak membuka pintu alam gaib itu.

Biasanya ajian atau mantra itulah yang sulit untuk dikuasai, artinya tidak semua orang bisa atau mengetahuinya. Jadi hanya orang-orang tertentu saja yang punya kelebihan ilmu waskita yang bisa menguasainya.

Saya ambil contoh pintu gerbang alam gaib Pantai Selatan itu antara lain ada di Pelabuhan Ratu, Sukabumi dan Parang Kusumo, Parangtritis, Bantul-Jogjkarta. Di antara dua tempat berbeda itu, sesajian, ubo rampe dan mantra yang dibacakan para juru kuncinya berbeda. Padahal maksudnya sama, yaitu untuk membuka pintu alam gaib itu. Tapi kan bahasa yang digunakan berbeda, satu menggunakan bahasa Sunda Buhun di Pelabuhan Ratu dan di Parang kusumo menggunakan bahasa Jawi Kuno.

Saya ambil contoh lagi yang terdekat di Lubang Buaya, Jakarta Timur. Di sekitar tempat pembantaian para jenderal itu ada pintu alam gaib yang bisa dibuka dengan ajian dan sesajian lengkap. Di situ saya pernah melakukan meditasi dan membuka pintu alam gaibnya.

Alhamdulillah, saya bisa masuk ke sana dan melihat fenomena-fenomena gaib yang saya masuki melalui pintu di Lubang Buaya tersebut.

Di mana kita bisa menemukan pintu menuju alam gaib?

Sepengetahuan saya pintu alam gaib itu ada di mana-mana. Sama seperti manusia yang punya rumah atau kompleks perumahan. Makhluk-makhluk gaib di alamnya pun punya komunitas dan pintu menuju komunitas itu. Jadi di mana pintu alam gaib itu, ya jawabnya ada di mana-mana. Tergantung ke komunitas makhluk gaib yang mana kita akan masuk. Mungkin di belakang rumah kita pun ada pintu menuju alam gaib, jika di sekitar kita ada komunitas makhluk gaib.

Jadi pintu alam gaib itu tidak hanya di tempat-tempat keramat?

Tidak, seperti yang saya katakan tadi ada di mana-mana, tidak harus di tempat keramat. Namun, memang umumnya kebanyakan pintu gaib itu ada di tempat keramat, tempat angker atau terpencil. Sebab di situlah kebanyakan makhluk halus membentuk komunitasnya. Tapi faktanya di tengah perkotaan pun ada makhluk halus yang gentayangan menampakkan diri. Jadi sangat mungkin di tengah perkampungan atau tempat tinggal kita pun ada pintu masuk ke alam gaib.

Seperti apa suasana di alam gaib?

Hehe... kurang lebih sama seperti suasana di alam manusia kita ini. Mereka juga punya rumah tangga, punya suami/istri dan anak-anak. Ada pula komunitas makhluk halus yang tidak menggunakan pakaian. Manusia terdiri dari berbagai macam golongan dan suku bangsa. Komunitas jin (makhluk gaib) pun demikian. Bahkan jin dari golongan binatang pun ada. Jin inilah yang yang biasa orang katakan sebagai siluman. Ada yang penampakannya baik, bersih, ganteng, cantik. Tapi ada pula yang wujudnya jelek, serem, hitam, tinggi besar dan lain-lain. Golongan makhluk halus seperti itu yang biasanya kita sebut genderuwo.

Apa yang bisa kita lakukan ketika berada di alam gaib?

Tergantung apa tujuan kita. Bagi yang ingin kaya, ya harus menemui penguasa gaib di situ untuk meminta kekayaan. Biasanya dengan membuat perjanjian khusus yang harus dipenuhi oleh manusia yang meminta kekayaan tersebut. Tapi kalau sekedar ingin berwisata, ya kita jalan-jalan saja. Menyaksikan kehidupan dunia lain, dunia gaib yang tidak bisa kita temui di dunia nyata.

Setelah berada di alam gaib, apakah kita bisa kembali ke alam nyata?

Tergantung ilmu yang dimiliki orang itu. Jika orang itu memiliki ilmu yang mumpuni, maka ia bisa masuk alam gaib dan bisa pula kembali ke alam manusia. Tapi pada kenyataannya banyak pula manusia yang masuk alam gaib dan tidak bisa kembali. Makanya banyak kita jumpai atau mendengar manusia yang gila, stress atau linglung setelah masuk alam gaib. Itu karena ruhnya atau sukmanya tertinggal atau masih ada di alam gaib.

Apa pandangan ustadz terhadap fenomena deja vu (seperti pernah melihat atau merasakan sesuatu peristiwa)? Benarkah fenomena deja vu terjadi karena orang tersebut pernah masuk ke alam gaib dan kemudian bertemu dengan peristiwa di alam nyata yang mirip dengan peristiwa yang ditemuinya di alam gaib?

Ya, saya sering emndengar fenomena ini. Menurut saya ada beberapa kemungkinan, salah satunya adalah disebabkan pernah masuk dan berinteraksi di alam gaib. Ada juga disebabkan oleh fenomena mimpi.

Di dalam mimpi tersebut seolah kita pernah berada di satu tempat yang tidak kita kenal. Tapi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian, kita benar-benar berada dan mengalami kejadian sama seperti di tempat yanf pernah kita impikan itu. Mungkin ini peristiwa deja vu dalam lingkup yang lebih kecil. Kita ketahui, mimpi adalah bagian dari alam gaib.

Dalam lingkup yang lebih luas, biasanya dialami oleh orang-orang waskita yang memiliki ilmu gaib seperti ilmu terawangan, imu ragasukma, atau indera ke-6 yang memungkinakan mereka untuk mengetahui "weruh sakdurunge winarah" tshu apa yang akan terjadi di kemudian hari. Namun bedanya kalau orang mengalami deja vu biasanya akan dilami tanpa ada unsur kensengajaan. (*)

Terbukanya Hijab Jinis



Oleh: K. Hendy Koeswara



Pintu gaib sering disebut juga sebagai hijab jinis. Ia menajadi pembatas antara alam fisik dengan alam metafiska maya. Salah satu peristiwa paling menghebohkan terkait terbukanya pintu gaib adalah tersesatnya bus Pahala Kencana tujuan Jakarta-Madura dan truk beton Jaya Mix. Kedua kendaraan itu masuk ke kawasan hutan jati Gadongan di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah

________________________________________



Banyak pihak yang dibuat takjub dengan peristiwa yang terjadi pada Juni 2012 lalu itu. Sampai saat ini masih muncul pertanyaan bagaimana mungki truk beton dan bus yang mengangkut 33 penumpang bisa masuk ke kawasan hutan jati yang tidak ada jalannya.

"Bus dan truk itu itu melintasi hijab jinis atau pintu gaib yang saat itu terbuka," Ki Imam Subkhi, salah seorang paranormal yang tinggal di daerah Indramayu.

Menurut dia, kejadian yang sama juga pernah terjadi di hutan Jatimunggul, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Sebuah bus antar kota antar provinsi (AKAP) masuk ke tengah hutan tanpa kerusakan pada body-nya. Padahal jarak antar satu pohon dengan pohon lainnya sangat berdekatan sehingga mustahil bisa dilalui bus tanpa menabraknya. Dari beberapa kisah kemudian diketahui, tempat itu dulunya angker karena menjadi perkampungan makhluk gaib.

sementara peristiwa di Blora, awalnya, bus Pahala Kencana dan truk beton melintas di jalur pantura, tepatnya di jalur Juwana-Rembang. Karena lalu lintas macet, sang sopir mencoba mencari jalur alternatif. Akan tetapi sesampainya di jalur Jaken atau Kabupaten Pati wilayah paling selatan, sopir merasa sudah berada di jalur pantura, namun justru mengarah ke Kabupaten Blora.

Ketika melintas, memang jalur yang dilalui adalah jalan desa. Entah bagaimana, bus tersebut masuk ke kawasan hutan jati Gadongan di Desa Kedungbacin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora. Ceritanya, ketika menempuh jalan pintas itudi perbukitan yang dipenuhi pohon jati , bus berjumpa dengan truk beton. Sopir berusaha mendahului truk namun kernet meminta sopir membiarkan truk duluan mendaki. Truk akhirnya bisa mendaki, disusul bus. Pendakian bus tidak mulus. Ban beakan selip, lalu berjalan mundur. Kemudian terdengar suara benturan.

Kernet dan sopir turun dari bus mencoba melihat apa yang terjadi. Tiba-tiba mesin mobil mati. Sopir dan kernet kaget bukan main karena menyadari posisi mobil tidak lagi di jalan tapi di tangah-tengah hutan jati. Waktu itu pukul 02.30 dini hari . Kernet membangunkan 33 orang penumpang bus. Sekitar pukul 06.30 WIB, kru mencoba mencari pemukiman warga dan meminta bantuan. Warga lalu melapor kepada lurah setempat.

setelah sekitar lima jam di tengah hutan jati itu, pertolongan datang. Mobil patroli bersusah payah masuk ke TKP. Maklumlah, lokasi bus itu rupanya hanya jalan setapak. Agar bisa keluar sebagian pohon ditebang dan jalan diratakan. Pada pukul 18.35 WIB barulah bus itu mencapai jalan desa.

Peristiwa itu bukan kali pertama. Menurut Saman, warga setempat, pernah juga ada rombongan penyeda hiburan tersesat di dalam hutan itu. Saat itu, mereka mengaku disewa oleh warga setempat untuk menghibur hajatan semalaman. Mereka pun melayani sesuai pesanan.

"Padahal saat itu tak satupun warga yang menggelar hajatan . Mereka nyetel video di tengah hutan. Tapi anehnya mendapat bayaran uang betulan (asli)," katanya.

Selain cerita-cerita tersebut, masih ada sederatan cerita lain yang temanya sama, yakni tersesat. Ada kelompok seniman yang beraksi di hutan seolah-olah sedang menghibur warga, polisi yang nyasar sanpai ke tengah pemakaman, dan lain-lain.

"Jadi model tersesat ada yang pas saat lewat di situ tiba-tba tembus entah kemana. Atau dari luar daerah tiba-tiba nyasar tembus di situ," kata Lilik Pujianto, Kepala Desa Kedungbacin, Blora.

Dari cerita para leluhur desa, daerah sekitar hutan tersebut adalah sebuah kota gaib yang menjadi tempat tinggal banyak makhluk halus. Kota tersebut cukup megah dan besar. Namun hanya orang-orang tertentu yang memiliki kelebihan saja yang bisa melihatnya.

Beruntunglah seluruh sopir dan penumpang kendaraan yang masuk alam gaib itu selamat setelah mendengar suara kokokan ayam dan kumandang adzan Subuh.

"Itu jelas ulah makhluk halus. Kendaraan itu sebenarnya masuk ke dalam sebuah terowongan gaib yang entah kemana tembusnya. Beruntung sopir segera tersadar setelah mendengar suara kokokan ayam dan suara adzan," kata Mbah Kesi-spiritualis setempat.

Suara kokokan ayam jago dan adzan itu terdengar karena saat ketiga kendaran ada di tengah hutan bersamaan dengan waktu shalat Subuh menjelang pagi yakni sekitar pukul 04.30. Menurut kakek 62 tahun ini, jika saja tak ada suara-suara yang membuat sopir tersadar tersebut, bisa jadi rombongan bus dan truk itulebih masuk jauh ke dalam jalan gaib itu. Bshkan bisa jadi rombongan truk dan bus yang mengangkut puluhan penumpang tersebut masuk ke dunia lain dan tak kembali.

Menurut Mbah Kesi, menirukan ucapan sopir bus yang sempat berobat padaanya, jalan gaib yang dilalui tersebut sangat mirip dengan jalur pantura. Kondisi jalan ramai oleh lalu lalang kendaraan. Bahkan lengkap dengan tukang becak yang mangkal di tepian jalan. Tanjakan tempat truk dan bus nyasar di tengah hutan Mbagon itu adalah berupa perempatan yang saat itu meyala lampu merah hingga sopir berhenti. (*)

Sumber: Misteri Edisi 586, Tahun 2014